INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Minggu, 11 November 2012 | 19:20 WIB

UMK Subang 2013 Ditetapkan Dalam 4 Kategori

Oleh: Zaenal Mutaqin
UMK Subang 2013 Ditetapkan Dalam 4 Kategori
ilustrasi

INILAH.COM, Subang - Upah minimum Kabupaten (UMK) Subang tahun 2013 untuk sektor garmen diusulkan Rp1.005.000, naik dibandingkan UMK 2012 sebesar Rp862.500. Usulan itu diputuskan berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Subang, Sabtu (10/11/2012).

“Itu sudah keputusan final dan akan segera ditandatangani bupati, Senin (12/11/2012) dan selanjutnya direkomendasikan kepada gubernur,” kata Ade Rusmana, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang.

Kecuali perwakilan buruh dari Serikat Buruh Indonesia Sukses Abadi (SBISA) dan Serikat Pekerja Mandiri Kecap Bango (SPMKB), Ade mengungkapkan, usulan UMK tersebut telah disepakati sejumlah organisasi buruh dan pengusaha di Subang. Pascapenandatanganan berita acara mengenai usulan UMK, Sabtu (10/11/2012) lalu, dia memastikan tidak akan ada lagi perundingan untuk merumuskan usulan UMK 2013.

Berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan, UMK 2013 dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan jenis usahanya. Kelompok Jenis Usaha (KJU) I seperti pertambangan, peternakan, dan kimia diusulkan UMK Rp1.220.000 atau 100 persen KHL, KJU II (gulungan kabel) diusulkan UMK Rp1.088.000, KJU III (sepatu dan kaos kaki) Rp1.025.000, dan KJU IV (garmen) Rp1.005.000.

Kesepakatan itu ditempuh setelah melalui proses panjang dan sejumlah aksi buruh yang menuntut kenaikan UMK. Pasalnya, rapat Dewan Pengupahan sebelumnya mengusulkan UMK 2013 untuk sektor garmen hanya Rp 976.000 dari KHL Rp 1.220.000.

Meski telah diusulkan UMK Rp1.005.000, Ketua SBISA-KASBI Subang, Anang Kusnandar mengatakan, serikatnya tetap menolak usulan tersebut. Sebab, angka tersebut masih jauh di bawah tuntutan mereka yang menginginkan UMK 2013 sesuai dengan KHL.

“Dalam pertemuan dengan pengusaha, kami sempat menurunkan tuntutan hingga di angka Rp1.010.000, tetapi pengusaha tidak menyanggupinya. Saat itu, mereka hanya menyanggupi Rp1.000.400 dan kini mentok di angka Rp1.005.000,” tuturnya.

Meski menolak, Anang mengaku tidak bisa berbuat banyak pascapenandatanganan usulan UMK oleh Dewan Pengupahan yang juga disepakati sejumlah organisasi buruh lainnya. Dia menyayangkan karena serangkaian aksi panjang yang dilakukan Aliansi Buruh Subang tidak membuahkan hasil yang optimal.

“Mau bagaimana lagi, itu sudah keputusan final. Kami hanya berusaha melakukan upaya semampu kami,” tegasnya.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas