INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Jumat, 16 November 2012 | 21:29 WIB

Keraton Nilai Pemkot Cirebon Tak Ngerti Kebudayaan

Oleh: Muhamad Syahri Romdhon
Keraton Nilai Pemkot Cirebon Tak Ngerti Kebudayaan
Wali Kota Cirebon, Subardi - istimewa

INILAH.COM, Cirebon - Keprihatinan Wali Kota Cirebon, Subardi terhadap kondisi keraton-keraton Cirebon disayangkan beberapa pihak, dan tidak memberikan pengaruh. Selama dua tahun periode memerintah Kota Cirebon, pemerintahan Subardi tidak membuat peraturan daerah (perda) yang membahas tentang pelestarian cagar budaya termasuk keraton-keraton di Cirebon.

Sekretaris sekaligus Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina mengaku kecewa terhadap sikap prihatin Walikota yang sangat terlambat. Selama dua tahun memimpin, Subardi tidak membuat peraturan daerah khusus yang melindungi keraton-keraton di Cirebon.

"Pemerintah pusat telah membuat undang-undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Kan sudah ada otonomi daerah, peraturan itu menjadi payung besar sekaligus menjadi acuan pemerintah daerah untuk membuat perda-perda khusus tentang cagar budaya dan keraton. Tapi hingga saat ini, tidak ada satu pun perda yang keluar," kata Ratu Raja Arimbi Nurtina pada wartawan di Keraton Kanoman, Kamis (15/11/2012) malam.

Akibat belum adanya perda-perda khusus, pernyatuan persepsi pemerintah kota dengan para keraton untuk penjagaan, pelestarian, dan pengembanga cagar budaya dan keraton di Cirebon tidak akan pernah tercapai. Menurutnya, adanya perda menjadi salah satu pijakan untuk melakukan kebijakan.

"Entah ya, apakah pemerintah tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu. Kalau tidak ada persatuan persepsi itu, sampai kapanpun keraton akan seperti ini saja," tambahnya.

Menurut Arimbi, Keraton tidak hanya sebatas bangunan fisik peninggalan sejarah saja, melainkan juga ritual, benda peninggalan, banyak menyimpan arti. Yang paling terpenting adalah, keraton menjadi tempat daur ulang Sumber Daya Manusia untuk melakukan pemberdayaan dan kreatifitas lainnya.

Dengan kesepahaman persepsi antara pemerintah dan keraton di Cirebon itu, impian mengembalikan keraton sebagai pusat kreatif, seni budaya, dan penjagaan atas petuah-petuah Sunan Gunung Jati bisa tercapai.

"Banyak potensi dan manfaat yang dapat dihasilkan dari keraton, sektor partiwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu sumbangan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tegasnya.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas