INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Senin, 26 November 2012 | 15:35 WIB

Anggota KPU Cianjur Dikabarkan Mengundurkan Diri

Oleh: Benny Bastiandy
Anggota KPU Cianjur Dikabarkan Mengundurkan Diri
ilustrasi

INILAH.COM, Cianjur - Saepul Ulum, salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur periode 2008-2013, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Belum diketahui persis alasan pengunduran diri itu. Namun rumor yang beredar, diduga kuat alasan pengunduran dirinya lantaran saat ini yang bersangkutan tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan informasi, surat pernyataan pengunduran diri Saepul Ulum secara resmi ditandatangani sendiri di atas materai Rp6.000 tanggal 20 November 2012. Sehari setelah surat itu diterima Kemenag Kabupaten Cianjur, terbit surat bernomor Kd10.03/I/ Kp.01.2/2193/2012 perihal Pengunduran Diri dari Anggota KPUD Sdr. SAEPUL ULUM, S.Ag tertanggal 21 November 2012.

Inti surat itu memberitahukan bahwa Saepul Ulum per tanggal 20 November 2012 telah menyatakan pengunduran dirinya dari anggota KPUD Kabupaten Cianjur dan memilih tetap menjadi PNS sebagai Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilaku. Surat itu ditembuskan juga ke berbagai pihak berkompeten di bidangnya masing-masing.

Namun, pengunduran diri Saepul Ulum yang dituangkan dalam secarik kertas surat pernyataan terkesan tidak tegas. Malahan Ketua KPU Kabupaten Cianjur Unang Margana menegaskan Saepul Ulum statusnya masih tercatat sebagai anggota KPUD Kabupaten Cianjur.

"Yang bersangkutan masih menjadi anggota KPUD Kabupaten Cianjur. Hingga saat ini yang bersangkutan masih bekerja seperti biasa di KPUD Kabupaten Cianjur," tegas Unang kepada INILAH saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/11/2012).

Menurut Unang, sejak diangkat menjadi calon PNS di lingkungan Kemenag Kabupaten Cianjur pada 2009, lalu diangkat menjadi PNS awal 2012, Ulum sudah mengajukan permohonan izin. Namun sampai saat ini izin itu belum kunjung dikeluarkan.

"Semestinya, kemenag harus memberikan izin karena kita berpatokan pada ketentuan dari Badan Kepegawaian Negera (BKN). Seorang anggota KPU kota/kabupaten itu diangkat dan diberhentikan oleh KPU pusat melalui KPU provinsi. Status PNS yang bersangkutan terjadi saat dalam proses menjadi anggota KPU. Ada loh sekian persen anggota KPU di Indonesia yang juga merupakan seorang PNS," terangnya.

Dalam waktu dekat, Unang akan segera mengirimkan surat ke Kemenag Kabupaten Cianjur memberitahukan bahwa Saepul Ulum masih tercatat sebagai anggota KPU Kabupaten Cianjur. Namun Unang tak mengomentari apakah kalau memang benar Saepul Ulum mengundurkan diri sebagai anggota KPU, penyelenggaraan Pilgub Jabar 2013 di Kabupaten Cianjur akan mengalami ketimpangan atau tidak.

Sementara, Saepul Ulum sendiri saat dikonfirmasi tak menampik jika dirinya membuat surat pernyataan yang selama ini beredar. Namun Ulum tidak bisa berkomentar apakah surat itu merupakan pengambilan sikap mengundurkan diri atau bukan. Padahal isi surat itu secara gamblang menjelaskan pengunduran dirinya sebagai anggota KPU.

"Saya tidak mau komentar banyak. Silahkan itu diartikan saja sama teman-teman," ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor KPU Kabupaten Cianjur, Senin (26/11/2012).

Ulum berpendapat, surat pernyataan itu hanya sebagai jawaban adanya dua opsi yang diberikan Kemenag Kabupaten Cianjur terkait posisinya saat ini. Dua opsi itu yakni, tetap menjadi anggota KPUD Kabupaten Cianjur dengan tidak menghilangkan statusnya sebagai PNS, tetapi jabatannya sebagai penyuluh hilang. Dalam arti, opsi pertama ini Saepul Ulum tidak mendapatkan haknya, seperti gaji.

Sementara opsi kedua, tetap menjadi seorang PNS yang otomatis mengundurkan diri sebagai anggota KPUD Kabupaten Cianjur. "Hasil rundingan dengan rekan-rekan di KPU, saya memilih opsi pertama, yakni tetap menjadi anggota KPUD, tapi masih berstatus PNS dengan catatan jabatan dihilangkan. Konsekuensinya, saya tidak mengambil gaji sebagai penyuluh agama di KUA Kecamatan Cilaku. Selama ini, secara kinerja sebagai penyuluh tidak terganggu. Bisa dibuktikan dengan laporan yang dibuat. Saya masih melakukan pembinaan ke desa-desa binaan," terangnya.

Ulum pun keberatan jika dikatakan plin plan terkait surat pernyataannya itu. Sebab, meski secara resmi surat pernyataan berisi pengunduran diri dibuatnya, namun hingga kini dirinya masih aktif di KPUD Kabupaten Cianjur. "Tidak serta merta ketika mengundurkan diri harus langsung tidak aktif. Saya ini dilantik dan disumpah untuk menjadi anggota KPU. Baru nanti setelah ada kepastian keputusannya dari Kanwil Kemenag Provinsi Jabar, saya akan menentukan sikap. Apapun hasil keputusannya dari kanwil, akan saya terima dengan ikhlas," pungkasnya.[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas