INILAHKORAN.COM - LINGKAR BANDUNG
twitter facebook
Minggu, 23 Desember 2012 | 19:32 WIB

Pembebasan Lahan Jalan Tol Seroja Masuki Tahap 3

Oleh: Yogo Triastopo
Pembebasan Lahan Jalan Tol Seroja Masuki Tahap 3
Ilustrasi

INILAH, Soreang - Pemerintah Pusat yang diwakili Subdit Pengadaan Tanah Kementerian Pekerjaan Umum, Asep Tahyar menuturkan, pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) telah memasuki proses pembebasan lahan tahap ketiga. Proses pembebasan lahan pun sudah mencapai 48%, dari 292 bidang tanah yang akan dibebaskan di Desa Parungserab, Kecamatan Kutawaringin.

"Yang baru dibebaskan di ujung yaitu di Desa Parungserab," ujar Asep, Minggu (23/12/2012).

Dikatakan Asep, pihaknya optimistis dapat memulai pembangunan fisik Jalan Tol Soroja di 2014 nanti. "Kami juga berharap, pembebasan lahan dapat terselesaikan hingga akhir tahun 2013. Sedangkan pembangunan fisik bisa dimulai pada tahun 2014. Saat ini kami fokus dulu untuk pembebasan lahan," ucapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, nantinya pembangunan dapat berjalan dengan baik jika didukung Pemerintah Daerah (Pemda) dan dukungan masyarakat secara langsung. Sedangkan untuk pendanaan, ditangani langsung Pemerintah Pusat.

"Pembangunan ini muncul dari daerah. Kami hanya mendanai pembangunan. Kalau ada dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat, pembangunan Tol Soroja bisa cepat terlaksana," ujarnya.

Saat ditanya apa yang menjadi kendala dalam pembangunan tersebut, Asep menambahkan, belum turunnya Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Penanganan pembebasan lahan yang dilakukan Kemeterian PU baru dilakukan di Desa Parungserab, Kecamatan Kutawaringin. Sedangkan dari Parungserab sampai Pasir Koja belum kami tangani," jelasnya.

Menurutnya, SP2LP harus ditetapkan setelah dikonsultasikan dengan Kanwil Kantor Pertanahan untuk meminta pertimbangan teknis. Sebelumnya Gubernur Jawa Barat juga telah menerbitkan SP2LP hanya masa berlakunya telah habis pada bulan Juli 2013.

"Sebelumnya gubernur sudah menerbitkan SP2LP dan masa berlakunya habis 2 Juli lalu, sementara pembebasan tanah Tol Soroja baru kembali dimulai akhir tahun 2012. Perlu diterbitkan kembali SP2LP yang baru," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Naser mengatakan, Pemkab sepenuhnya akan mendukung pembangunan ruas Jalan Tol Soroja. "Upaya saat ini pembebasan lahan akan terus dilakukan. Masyarakat diharapkan bisa mendukung pembangunan Tol soroja," kata Naser.

Menurutnya, dengan adanya Tol Soroja, perkembangan ekonomi dan kemajuan Kabupaten Bandung akan semakin meningkat. Karena dengan dibangunnya Jalan Tol tersebut, dapat meningkatkan arus pergerakan modal, barang, dan orang. Sehingga, akan berdampak pada kemajuan bagi Kab Bandung.

"Dengan adanya Tol Soroja, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, karena mendapat manfaat dari kelancaran pergerakan," ucapnya.

Seperti diketahui, rencananya Jalan Tol Soroja akan dibangun sepanjang 10,6 Kilometer. Jalan Tol tersebut akan melewati empat kecamatan yaitu Kecamatan Marga Asih, Kecamatan Soreang, Kecamatan Kota Waringin, dan Kecamatan Ketapang. Bahkan pembangunannya akan terintegrasi dengan Tol Cisandawu.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas