INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Kamis, 3 Januari 2013 | 20:46 WIB

Jembatan Cimandiri di Sukabumi Ambruk

Oleh: Budiyanto
Jembatan Cimandiri di Sukabumi Ambruk
ilustrasi - inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH, Sukabumi - Jembatan di atas Sungai Cimandiri dikabarkan ambruk di wilayah Desa Hegar Manah Kecamatan Warung Kiara Kabupaten Sukabumi ambruk, Selasa (1/1/2013) malam. Akibatnya kegiatan warga di beberapa desa di dua wilayah Kecamatan Warung Kiara dan Bantar Gadung terhambat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ambruknya jembatan penghubung utama bagi masyarakat ke ibukota Kecamatan Warung Kiara dan ibukota Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu. Jembatan ambruk tersebut selain karena tergerus air juga akibat longsor yang menerjang bagian salah satu pondasi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun INILAH, jembatan penghubung utama itu ambruk karena longsor pada bagian pondasi di wilayah Desa Tarisi Kecamatan Warung Kiara. Putusnya jembatan gantung terbuat dari besi itu diketahui saat sejumlah warga akan menyebrang ke Desa Hegar Manah pada malam hari.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dua jam sebelum kejadian saya sudah menutup akses jembatan itu dengan bambu. Karena kondisi jembatan memang sudah mulai rusak dan mengkhawatirkan dan rawan ambruk," kata Kepala Desa Hegar Manah Jaenudin kepada INILAH, Kamis (3/1/2013).

Menurut Jaenudin, jembatan gantung yang ambruk itu berukuran lebar 1,2 meter dengan panjang mencapai 96 meter dibangun pada 1993 oleh pemerintah. "Akibat jembatan ini putus, kini masyarakat kami sangat kesulitan untuk berpergian dan melakukan aktivitas. Ada satu alternatif jaraknya mencapai 12 kilometer dengan jalan yang seperti sungai kering," ujar Ajay, panggilan akrab Jaenudin.

Jaenudin menambahkan di wilayahnya terdapat 3.800 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 8.000 jiwa. "Masyarakat kami banyak yang memanfaatkan jembatan sebagai aktivitas baik petani, ibu-ibu yang mau ke pasar dan para pelajar yang mau ke sekolahan," tambahnya.[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas