INILAHKORAN.COM - SELEBRITAS
twitter facebook
Minggu, 6 Januari 2013 | 13:25 WIB

Bisnis Kue, Eddi Brokoli: Lebaran Setiap Hari

Oleh: Astri Agustina
Bisnis Kue, Eddi Brokoli: Lebaran Setiap Hari
Eddi Brokoli - inilah.com/Astri Agustina

INILAH, Bandung – Dengan prinsip menghadirkan suasana hari raya Idul Fitri disetiap hari, Eddi Brokoli mencoba peruntungan di dunia bisnis yang berkaitan dengan lebaran. Yakni kue nastar serta kastengel.

Dua jenis kue yang identik dengan camilan khas lebaran dipilih oleh mantan vokalis Harapan Jaya itu karena dinilai memiliki peluang besar meraup keuntungan. Terlebih nama besarnya di dunia hiburan menjadi jualan Eddi untuk kedua jenis kue racikan sang Ibunda.

“Saya ingin membuat kue yang seakan lebaran ada terus setiap hari. Produk andalannya nastar dan kastengel,” ujar Eddi kepada INILAH saat ditemui di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, Minggu (6/1/2013).

Dengan modal Rp2 juta yang dirogoh dari kocek pribadinya, bisnis yang dimulai sejak Juli 2011 itu sudah melanglangbuana hingga luar Jawa Barat. Seperti Jawa Tengah, Medan dan beberapa daerah di Sumatera. Dan kini omset terbesar yang diraih Eddi hingga Rp40 juta saat lebaran 2011.

Kue yang identik dengan lebaran itu menghadirkan keuntungan tersendiri bagi Eddi. Terlebih ia bisa mengenalkan kepada khalayak bahwa resep kue milik sang Ibunda memang layak untuk menjadi buruan pecinta kuliner.

“Kue bikinan nyokap ini enak banget. Makanya saya mikir setelah nyokap pensiun, nggak ada salahnya buat bisnis kue. Alhasil, jadilah kue bernama Om Kibo ini yang sekarang penjualannya laku keras di Jakarta dan Bandung,” jelasnya.

Setiap harinya, kue Om Kibo milik pria kelahiran Bandung, 1 September 1977 laku terjual 80 hingga 100 toples. Terlebih, belum lama ini Eddi sudah meluncurkan produk baru yakni kue putri salju serta coklat kacang mete.

Mengenai pemasaran, Eddi mencoba memanfaatkan social media dan juga modal percaya diri. Dengan menanggalkan rasa malu, saat dilokasi syuting, Eddi kerap membawa produknya untuk diperjualbelikan.

“Biasanya sampai lokasi syuting sudah bawa yang ready stok, buka dulu tester pasti ada yang beli. Kudu rajin nawarin karena nggak semua orang mau kayak gitu. Buat apa malu kalau bisa jadi duit. Kalau usaha sepanjang halal, hajar aja,” tandasnya.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas