SINDIKASI
twitter facebook
Jumat, 11 Januari 2013 | 01:41 WIB

Gudang Alat Keselamatan Kapal di Batam Terbakar

Oleh: Haluan Kepri
Gudang Alat Keselamatan Kapal di Batam Terbakar
Empat rumah toko (ruko) yang terletak di Komplek Tanjung Trisakti Blok I, Seipanas, Batam, Kepri terbakar - inilah.com/ilustrasi

INILAH.COM, Batam - Empat rumah toko (ruko) yang terletak di Komplek Tanjung Trisakti Blok I, Seipanas, Batam, Kepri terbakar, Kamis (10/1) sekitar pukul 14.30 WIB.

Meskipun sempat berkali-kali terjadi ledakan besar dari dalam ruko yang dijadikan gudang untuk alat perlengkapan kapal dan lainnya, namun insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Satu sepeda motor yang diparkir di depan salah satu ruko tersebut dilalap si jago merah.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun diduga kebakaran itu akibat korsleting arus pendek listrik PLN.

Informasi di lapangan, api muncul dari salah satu ruangan ruko dua lantai milik CV Mitara Dinamis. Api lalu menjalar ke gudang yang ada di sebelahnya milik PT Silet yang juga menjual perlengkapan kapal seperti racun api dan mercusuar. Api yang berkobar semakin meluas dan menyambar dua bangunan ruko yang berdampingan lainnya.

Pantauan di lapangan, empat ruko yang berdampingan di gudang tersebut mengepulkan asap. Bukan saja dikelilingi asap, suasana juga makin mencekam dengan terjadinya beberapa kali ledakan dari gudang yang terbakar. Satu dari delapan mobil pemadam diparkir sekitar 50 meter dari lokasi pun terpaksa menjauh karena ledakan tersebut.

Percikan api bak kembang api juga terliat meluncur ke udara hingga puluhan meter. Kondisi ini membuat kepanikan ratusan karyawan yang bekerja di sejumlah perusahaan yang berkantor di kawasan ruko tersebut. Mereka tampak berhamburan keluar dari tempat kerja masing-masing menjauhi kawasan.

Gino, salah satu karyawan CV Mitra Dinamis mengatakan begitu mendengar ledakan, ia dan kawan-kawan lainnya yang berada di lantai dua ruko tersebut berhamburan keluar.

"Saya dengar ledakan, langsung lari keluar gudang dan memanggil teman-teman yang lainnya. Saya langsung selamatkan sepeda motor saya. Pada saat itu sudah ada keluar asap dari dalam ruko," katanya.

Petugas keamanan Komplek Tanjung Trisakti, Lauren mengatakan mereka tidak bisa berbuat banyak melihat kepulan asap yang membumbung tinggi disertai ledakan dari dalam ruko.

" Saya melihat asap sudah keluar dan terdengar juga suara ledakan. Langsung saya hubungi pemadam kabakaran," katanya.

Ia mengatakan, ada delapan mobil dan dua tangki yang sudah dikerahkan untuk memadamkan api. Namun mobil pemadam agak mengalami kesulitan masuk ke area kebakaran karena terlalu banyak masyarakat yang melihat kebakaran dari dekat.

Meski wilayah kebakaran sudah dipasangi garis polisi, namun warga nekad masuk mendekati areal kebakaran meski ledakan masih sering terdengar. Sementara ruas jalan utama Batam Centre-Nagoya sekitar area kebakaran gudang peralatan kapal tersebut ditutup.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Ponco Indriyo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 4 rumah toko itu.

"Polisi belum meminta keterangan korban atau karyawan yang bekerja dalam gudang itu. Nanti setelah api padam, baru dilakukan penyelidikan. Jadi berapa kerugian belum diketahui, tapi yang pasti kerugian banyak. Pasalnya dalam gudang itu banyak peralatan kapal," ujar Ponco. [ton]

Berita Terkait
Kembali ke atas