INILAHKORAN.COM - SERBA-SERBI
twitter facebook
Jumat, 25 Januari 2013 | 08:30 WIB

Maulid Nabi Muhammad lewat Tarian 720 Menit

Oleh: Riza Pahlevi
Maulid Nabi Muhammad lewat Tarian 720 Menit
Banyak cara orang memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Di depan Kampus STSI Bandung, seorang dosen memaknainya dengan cara menari selama 720 menit. - inilah/Dicky Zulfikar Nawazaki

INILAH, Bandung - Banyak cara orang memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Di depan Kampus STSI, seorang dosen memaknainya dengan cara menari selama 720 menit.

Alfiyanto menggoyangkan tubuhnya di atas sebuah panggung mini. Gerakannya terlihat lemah gemulai. Semakin lembut tatkala lagu Salawatan melantun. Tak ada rasa malu apalagi gengsi. Pria beruban itu terus menari di depan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), Jalan Buahbatu Kota Bandung.

Apa yang dia lakukan? Gerakan Alfiyanto adalah tarian peringatan hari lahir Nabi Muhamad Saw. Bukan hanya beberapa menit, dosen STSI itu melakukannya selama 720 menit alias 12 Jam. Maka, panggung berukuran sekitar 2x1 meter itu menjadi ajang pelampiasan Alfiyanto dalam menari.

Tak pelak, puluhan pasang mata menemani sang dosen itu menari. Para pengguna jalan pun, tak luput memperhatikan aksi Alfiyanto yang berlangsung mulai Rabu (23/1/2013) siang. Tepat pukul 12.00 WIB. Alfiyanto memulai tariannya, berbalut baju putih celana merah.

Suasana pertunjukan tampak biasa saja saat Alfiyanto memulai tariannya. Namun memasuki malam, area panggung kian berwarna. Sorotan lampu ala pertunjukan teater menyinari panggung. Rentetan obor tampak mengelilingi pentas.

Jepretan berbagai jenis kamera pun mengiringi Alfiyanto menari. Tak ada perubahan tarian memang. Tanpa suara, dia terus bergerak mengikuti salawat yang terdengar melalui pengeras suara. Benar-benar pertunjukan yang cukup fantastis.

Meski bukan sebuah konser, beberapa penonton tampak larut dalam pertunjukan. Mereka mengikuti lagu Salawat Nabi tersebut. Bahkan beberapa mahasiswa terlihat ikut bernyanyi sambil mengangkat tangan.

Wakil Ketua Pelaksana kegiatan Bidafest (Bandung Internasional Dance Film Festival), Ratna Komalasari menjelaskan makna tarian itu. Menurutnya, apa yang dilakukan Alfiyanto merupakan salah satu cara komunitas tari dan teater WaJiWa Dance Theater mengungkapkan perasaan cinta kasih kepada Rasul.

"Hal itu untuk menyongsong Maulid Nabi Muhammad 1434 H," kata dia saat ditemui INILAH di Jalan Buahbatu Kota Bandung, Rabu (23/1/2013) malam.

Lebih lanjut dia mengatakan, acara itu dilakukan sebagai sosialisasi karena saat ini banyak warga yang melupakan Maulid Nabi. Sementara tarian 12 jam, merupakan cara mahasiswa STSI Bandung mengekspresikan diri dalam momentum tersebut.

“Kita berharap warga sekitar,minimal mengetahui peringatan Maulid Nabi. Selain itu, dalam sosialisasi tersebut kita pun mengajak agar warga ikut mengenang jasa-jasa Nabi Muhammad,” ungkapnya.

Selain acara menyongsong peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, kegiatan tersebut pun digelar sebagai rangkaian acara Bidafest pada 7 Februari mendatang. Dalam acara tersebut, berbagai Dance Film dari dalam dan luar negeri akan dipertontonkan.

“Acara sendiri akan digelar 7 Februari mendatang, dengan berbagai karya,baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk luar negerinya dari Singapura, Jerman,dan beberapa negara lainnya,” tandasnya. [den]

Berita Terkait
Kembali ke atas