INILAHKORAN.COM - HUKUM DAN KRIMINALITAS
twitter facebook
Rabu, 30 Januari 2013 | 11:31 WIB

Hendak Kabur, Panglima Geng Motor Ditembak

Oleh: Ahmad Sayuti AK
Hendak Kabur, Panglima Geng Motor Ditembak
inilah.com/Ahmad Sayuti AK

INILAH.COM, Bandung- Unit Reskrim Polsekta Sukajadi melumpuhkan panglima geng motor wilayah Sukajadi FN alias Tokek dengan timah panas, karena hendak kabur saat pengembangan untuk menangkap lima rekannya di daerah Sukagalih, Senin (28/1/2013) malam.

Selain mengamankan Tokek, polisi juga mengamankan kawanannya yang berinisial LK, RK, IF, WD dan EG. Grup Tokek ini sering melakukan aksi kejahatan jalanan berupa jambret, curas, perampasan motor dan perampokkan mini market di wilayah Sukajadi dan Kota Bandung.

Kapolsekta Sukajadi AKP Sy Zainal Abidin mengatakan, komplotan Tokek sudah lebih dari 9 kali melakukan aksi kejahatan jalanan. Terakhir Tokek yang merupakan panglima geng motor di wilayah Sukajadi melakukan aksi perampokkan di minimarket CK di daerah Jalan Leumah Neundeut, pada Minggu (27/1/2013).

"Penangkapan komplotan Tokek ini berawal dari keterangan salah seorang karyawan minimarket yang mengatakan saat kejadian salah seorang pelaku memanggil nama Tokek ke pelaku lainnya. Dari situlah kita melakukan penyelidikan, dan akhirnya mendapatkan informasi serta menemukan kos-kosan Tokek di daerah Dangdeur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, yang kerap dijadikan basecamp oleh para pelaku," katanya kepada wartawan didampingi Kanit Reskrim Iptu Tri Wahyudi di Mapolsekta Sukajadi, Rabu (30/1/2013).

Ia menyebutkan, awalnya Tokek mengelak, namun saat ditemukan barang bukti di kosan, mereka tak berkutik.

Saat dilakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya, Tokek sempat berusaha melarikan diri. Tapi dengan kesigapan polisi, akhirnya Tokek ditembak di betis kaki kirinya.

Selain mengamankan kelima tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa bendera yang bertuliskan Brigez, dua pisau lipat, dua samurai, sebuah toya, stik Sofball, 6 unit sepeda motor yang digunakan para tersangka saat beraksi dan dua unit motor, 5 unit helm, 9 handphone, puluhan kondom yang kesemuanya merupakan hasil kejahatan serta 5 buah KTP yang merupakan milik para korbannya.

"Selain melakukan perampokkan komplotan Tokek pun kerap melakukan aksi penjambretan perampasan sepeda motor, penganiayaan dan kejahatan lainnya. Bahkan setiap aksinya komplotan tokek terbilang sadis, karena setiap korban yang melakukan perlawanan, para tersangka kerap mekukai dengan senjata yang kerap dibawa setiap beraksi," bebernya.

Akibat perbuatannya, keenam tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. [ito]

Berita Terkait
Kembali ke atas