INILAHKORAN.COM - PENDIDIKAN
twitter facebook
Kamis, 31 Januari 2013 | 06:15 WIB

Mulai Juli 2013, Siswa SMA Tak Dipungut Biaya

Oleh: Zaenal Mutaqin
Mulai Juli 2013, Siswa SMA Tak Dipungut Biaya

INILAH, Subang - Mulai tahun ajaran baru 2013/2014, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Jabar tak lagi memungut biaya pada siswanya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan, mulai Juli 2013 atau awal tahun ajaran 2013/2014, siswa SLTA dan sederajat akan dibebaskan dari biaya. Hal ini menandai dimulainya program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 12 tahun.

"Siswa SLTA mulai Juli 2013 bebas biaya. Ini bukan pernyataan sosialisasi, apalagi kampanye. Ini program Pemprov yang siap dijalankan. Jadi, bantuan pendidikan buat siswa ini sama sekali bukan janji buta," kata Heryawan seusai peresmian pemanfaatan Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Desa Sagalaherang Kecamatan Sagalaherang Subang, Rabu (30/1/2013).

Heryawan menuturkan mulai Juli mendatang, Pemprov Jabar bersama pemerintah pusat akan menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Khususnya SLTA, kata dia, seorang siswa akan mendapat bantuan pendidikan sebesar Rp1,2 juta per tahunnya.

Aher mengakui, pembebasan biaya untuk siswa SLTA pada tahun pertama pelaksanaan belum mencakup 100%. Namun, Aher menjamin program dimaksud segera dinikmati sebagian besar siswa SLTA.

Dia menjelaskan, program pembebasan biaya sekolah untuk siswa SLTA bagian dari program Pendidikan Menengah Universal (PMU). Melalui program PMU, putra-putri Jabar beberapa tahun mendatang seluruhnya mengenyam pendidikan minimal SLTA.

"Melalui program pendidikan dasar minimal ini, kualitas generasi muda Jabar di tahun-tahun mendatang semakin unggul," kata dia.

Aher menambahkan, bantuan serupa untuk SD) dan SLTP lebih awal digelar. Sejak dilaksanakan mulai 2009 hingga sekarang, lanjut Heryawan, pembebasan biaya pendidikan buat murid SD dan pelajar SLTP telah mencakup seluruh anak didik di sekolah negeri maupun swasta.

Aher mengungkapkan bantuan PPSMU itu bersumber dari APBD Jabar Rp300 miliar dan Rp1,2 triliun dari bantuan pusat. “Dengan jumlah dana tersebut saya yakin semua anak usia sekolah SLTA di Jabar tidak akan menjadi pengangguran lagi,” paparnya.

Dia menyebutkan, tahun 2012, angka anak usia SLTA yang masih belum bisa melanjutkan pendidikan setingkat SMA dan SMK itu jumlahnya mencapai 35%. Sementara yang sudah menikmati mencapai 65% atau setara 1,5 juta anak. Untuk itu Aher, menargetkan PPSMU yang diperuntukkan buat anak-anak Jabar tersebut, pada tahun 2016 harus sudah mencapai 90%. [den]

Berita Terkait
Kembali ke atas