SINDIKASI
twitter facebook
Sabtu, 9 Februari 2013 | 05:21 WIB

Warga Pariaman Supect Flu Burung

Oleh: Haluan Padang
Warga Pariaman Supect Flu Burung
Foto : ilustrasi

INILAH.COM, Pariaman - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, kembali menerima pasien terduga (avian influenza) flu burung. Pasien berinisial BR (73) merupakan warga Kabupaten Padang Pariaman. Pasien menjalani perawatan intensif di ruangan isolasi flu burung RSUP M DJamil Padang.

Informasi yang dihimpun, BR masuk rumah sakit Jumat (8/2) pukul 12.00 WIB. Pasien dirujuk dari RSUD Padang Pariaman, karena mengalami gejala terinveksi virus H5N1 atau flu burung. Beberapa hari sebelumnya pasien kontak dengan unggas-ungas milik tetangganya yang mati mendadak.

Sementara itu Pejabat Pemberi Informasi RSUP M Djamil Padang, Gustafianof mengatakan BR, baru dicurigai teridap virus H5NI, karena pihak keluarga menyebutkan beberapa ekor itik tetangganya mati mendadak dan BR saat itu kontak langsung dengan unggas-unggas tersebut.

“Beberapa hari lalu sejumlah itik mati dan yang bersangkutan langsung demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas. Melihat hal itu, keluarga pun langsung melarikannya ke RSUD Padang Padang Pariaman. Berikutnya pihak rumah sakit umum tersebut, merujuk BR ke RSUP M Djamil Padang karena mencurigai pasien terinveksi virus H5NI,” kata Gustavianof menjelaskan.

Dokter yang melihat gejala penyakit BR sepakat mengatakan yang bersangkutan suspect flu burung. Kata Gustavianof, BR memang belum positif, namun ciri-ciri yang mengarah ke sana cukup jelas dan pihak rumah sakit akan lakukan pengambilan sample darah, untuk memastikan lelaki berusia 73 tahun itu terinveksi atau tidak oleh virus tersebut.

”Untuk itu, sampai saat ini statusnya masih dicurigai flu burung. BR sudah mendapatkan perawatan intensif di ruangan isolasi flu burung. Nanti jika sample darahnya positif, dokter RSUP M Djamil akan mengambil tindakan lanjutan,”sebut Gustavianof.

Perawatan yang diberikan terhadap BR, sudah sesuai standar yang ditetapkan bagi pasien supeck flu burung. “Saat ini masih diisolasi, sambil menunggu dan melihat kondisi pasien dan dokter akan segera mengambil sample darahnya,” ujar Gustafianof menandaskan.

Beberapa hari yang lalu di Nagari Sanur Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 1.207 ekor itik milik empat kepala keluarga (KK) mati mendadak . Populasi itik di daerah itu yaitu 3.590 ekor dan pemiliknya ada enam KK. Pemusnahan yang dilakukan terhadap itik yang masih hidup baru dilakukan kepada satu KK yaitu Doni, sebanyak 299 ekor. Sedangkan tiga KK lagi sedang dilakukan sosialisasi agar bisa dilakukan pemusnahan dari itik yang masih hidup. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan.

Di Sumbar, sudah ada dua lokasi itik yang ditemukan mati mendadak, yaitu di Payakumbuh dan di Korong Kampung Lintang, Nagari Sanur, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sumbar M Kamil mengatakan, dari pengamatan tim di lapangan, matinya ribuan itik tersebut mengarah pada virus flu burung jenis baru yaitu H5NI berkode 2.3.2.

Pascamatinya ribuan itik di Pariaman akibat terjangkit virus H5N1, Dinas Peternakan Sumbar memblokir keluar masuknya itik dari lokasi kejadian. Langkah antisipasi ini dilakukan, guna mencegah dan menghambat terjangkitnya penyakit serupa ke daerah lainnya di Sumbar. [ton]

Berita Terkait
Kembali ke atas