EKONOMI
twitter facebook
Selasa, 26 Februari 2013 | 15:11 WIB

Inilah Tujuan Pembatasan Impor Gadget

Oleh: Ranto Rajagukguk
Inilah Tujuan Pembatasan Impor Gadget
Menteri Perindustrian, MS. Hidayat - inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung penuh pembatasan impor gadget atau produk telepon seluler oleh Kemendag.

Pembatasan tersebut seusai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 82/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. Langkah ini bertujuan menahan tingginya angka importasi para vendor ponsel di dalam negeri. Dampaknya, beleid tersebut harus mampu meningkatkan arus investasi di Indonesia.

Menteri Perindustrian, MS. Hidayat mengaku, mendukung penuh aturan itu dengan bekerja sama dengan Menteri Perdagangan agar industrialisasi di bidang ponsel domestik makin menggeliat. "Tekad saya dengan Mendag, Indonesia bisa menjadi basis ekspor hp ke luar negeri," katanya di kantor Kemenperin, Selasa (26/2/2013)

Hingga kini, importasi vendor ponsel ke dalam negeri sudah cukup mengkhawatirkan. Sepanjang 2012 lalu, Indonesia melakukan impor handset tersebut sebanyak 50 juta unit dengan nilai US$4,5 miliar. "Sudah taraf yang cukup mengkhawatirkan. Ini akan membuat neraca perdagangan kita semakin defisit," ujarnya.

Hidayat menjelaskan, pasca beleid tersebut ditetapkan mulai per Januari tahun ini, para vendol ponsel sudah cukup banyak yang mengeluh lantaran jalur khusus tidak bisa diterapkan. Padahal sebelumnya para vendor diperbolehkan dan diberi prioritas melakukan importasi langsung.

Melalui aturan ini, maka tiap vendor ponsel perlu melakukan syarat teknis yang ditetapkan antara lain syarat pelabelan serta manual dan kartu garansi purna jual dalam bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Ditjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kemendag, dan standar teknis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Untuk dapat melakukan impor ketiga jenis produks tersebut, setidaknya perusahaan harus mendapat penetapan importir terdaftar (IT), dan persetujuan impor (PI) telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet dari Menteri Perdagangan. [hid]

Berita Terkait
Kembali ke atas