METROPOLITAN
twitter facebook
Rabu, 27 Februari 2013 | 16:22 WIB

Inilah Syarat Mendapat Kartu Jakarta Pintar

Oleh: Fadhly Zikry
Inilah Syarat Mendapat Kartu Jakarta Pintar
Kartu Jakarta Pintar - IST

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya akan membagikan sebanyak 320 ribu Kartu Jakarta Pintar untuk siswa-siswa di Jakarta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan semua siswa bisa mendapatkan KJP asal memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto untuk mendapatkan KJP, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan bisa didaftarkan kapan saja dan tidak ada pembatasan waktu. Ia menjelaskan KJP diberikan kepada siswa yang berusia 7 hingga 19 tahun, terdaftar sebagai peserta didik dan memiliki nomor induk siswa nasional atau nomor induk kependudukan.

"Terakhir melampirkan surat keterangan tidak mampu yang diketahui oleh RT/RW setempat. Bagi yang sudah melebihi umur penerima KJS, selagi yang bersangkutan masih berstatus siswa maka siswa tersebut masih bisa mendapatkan dana KJP," jelasnya, Rabu (27/2/2013).

"Kami saat ini masih memproses dan mengolah data calon penerima KJS, dan meminta bantuan kemasyarakat agar KJP bisa tepat sasaran," jelasnya lagi.

Taufik melanjutkan, ada sekitar 332.465 orang siswa kategori miskin mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) atau sedrajat sampai ketingkat sekolah manengah atas (SMA) atau sedrajat yang akan menerima KJP, namun baru 70.205 yang terdaftar oleh Dinas pendidikan DKI.

Sementara Koordinator KJP, Epi Gustin menjelaskan data setiap wilayah yang sudah terserap adalah Jakarta Pusat sebanyak 80.374 siswa, Jakarta Utara sebanyak 10.737 siswa, Jakarta Barat sebanyak 19.415, Jakarta Selatan sebanyak 10.872, Jakarta Timur sebanyak 20.200 dan Kepulauan Seribu sebanyak 907 siswa.

"Namun semua data tersebut akan diverifikasi kembali, karena bagi siswa yan sudah lukus, secara otomatis tidak lagi menjadi peserta KJP," tandasnya.

Seperti diketahui, Kartu Jakarta Pintar merupakan salah satu program unggulan dari pasangan Gubernur Jokowi-Ahok. Sedikit berbeda dengan program pendidikan gratis yang diusung oleh mantan Gubernur Fauzi Bowo, dalam KJP siswa akan langsung diberikan uang untuk biaya pendidikan.

Kartu yang hanya diberikan untuk siswa yang kurang mampu ini, berisi uang dengan jumlah yang berbeda-beda. Untuk siswa SMA atau SMK akan diberikan Rp 240.000, sedangkan siswa SMP sebesar Rp 210.000 dan SD Rp 180.000.

Uang tersebut akan masuk ke KJP yang terintegrasi dengan kartu ATM Bank DKI setiap tanggal 1 setiap bulannya dan nominalnya untuk jangka waktu 3 bulan. Menurut Jokowi, uang tersebut bukan untuk membayar uang sekolah melainkan untuk operasional sekolah siswa.[bay]

Berita Terkait
Kembali ke atas