NASIONAL
twitter facebook
Jumat, 1 Maret 2013 | 16:38 WIB

Saksi Paten Tolak Tanda Tangan di Sumedang

Oleh: Vera Suciati
Saksi Paten Tolak Tanda Tangan di Sumedang
inilah.com/Vera Suciati

INILAH.COM, Sumedang - Saksi pasangan cagub dan cawagub Rieke-Teten enggan menandatangani berita acara rapat pleno tentang hasil rekapitulasi perolehan suara pilgub di KPU Sumedang, Jumat (1/3/2013).

Saksi dari PDIP ini menyalahkan Gubernur Jawa Barat yang tidak meliburkan buruh pada saat hari pencoblosan.

Gubernur sebagai kepala daerah provinsi Jawa Barat juga disalahkan karena tidak mengintruksikan kepada komisi penyelenggara agar menyediakan TPS khusus di pabrik dan beberapa tempat lainnya seperti rumah sakit dan lapas.

"Kami tidak menandatangani berita acara hasil pleno ini karena alasan politis, sementara kalau dari sisi penyelenggaraan memang tidak ada masalah," kata Krisna Supriatna, saksi dari cagub cawagub Rieke-Teten usai mengikuti pleno rekapitulasi perolehan suara pilgub di KPU Sumedang.

Namun, PDIP sendiri tidak mengklaim suara buruh adalah suara PDIP.

"PDIP tidak mengklaim suara buruh adalah suara PDIP, namun PDIP sebagai partai pemerhati buruh merasa harus memberikan sikap tidak setuju atas kebijakan gubernur yang tidak meliburkan buruh pada hari pencoblosan," terang Krisna.

Rapat pleno terbuka ini dihadiri oleh seluruh undangan seperti unsur muspida, tim pemenangan, parpol dan PPK serta saksi dari lima pasangan calon gubernur. Rapat berjalan lancar selama tiga jam. Empat saksi lainnya bersedia menandatangani berita acara.

Hasil perolehan suara gubernur Dikdik Mulyana Arief Mansyur-Cecep Nana Suryana Thoyib 2,56 persen, Yance-Tatang 13,39 persen, Dede-Lex 31,50 persen, Aher-Demiz 28,50 persen, dan Rieke-Teten 26,06 persen.

Sementara jumlah suara sah mencapai 630.460 suara atau 96,35 dan suara tidak sah 23.905 atau 3,65 persen. Jadi total suara yang masuk adalah 654.545 suara.[ito]

Berita Terkait
Kembali ke atas