NASIONAL
twitter facebook
Minggu, 3 Maret 2013 | 02:40 WIB

Kecelakaan Darat Kritis, Harus Ada Evaluasi

Oleh: Marlen Sitompul
Kecelakaan Darat Kritis, Harus Ada Evaluasi
Ilustrasi kecelakaan - Ist

INILAH.COM, Jakarta - Kecelakaan angkutan darat kian mengkhawatirkan. Dalam sepekan saja, lebih dari 20 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka serius maupun luka ringan akibat kecelakaan transportasi di jalan raya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi V DPR, Marwan Jafar mengatakan, kecelakaan angkutan darat umumnya disebabkan empat faktor, yakni sarana, prasarana, human error dan faktor alam.

Kata Marwan, kecelakaan darat yang bertubi-tubi menunjukan ada yang salah dalam manajemen transportasi darat. Menurutnya, jika pangkal kecelakaan darat tidak segera dibenahi dan dievaluasi secara total, maka kecelakaan akan terus terulang.

"Saya meminta antar instansi pemerintah meningkatkan kerjasamanya demi terwujudnya transportasi publik yang aman dan nyaman dengan harga terjangkau. Sebab penyelenggara, penanggung jawab dan pengawas transportasi darat tidak semata berada dipundak Kemenhub," kata Marwan, Jakarta, Sabtu (2/3/2013).

"Kepekaan dan kepedulian pemerintah sangat dibutuhkan demi mencegah jatuhnya korban jiwa dijalan raya. Evaluasi secara serius dan total sangat dibutuhkan utk mencegah terjadinya kasus-kasus serupa yang sudah sangat sering terjadi," lanjut Ketua Fraksi PKB di DPR itu.

Namun dalam hal ini, Marwan meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta pihak terkait segera bertindak cepat dan secara serius untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan, sehingga tidak hanya pengemudi kendaraan yang menjadi sasaran.

Menurut Marwan, peraturan perundang-undangan tentang transportasi darat sudah cukup baik untuk menjamin terciptanya zero accident. Hanya saja dalam pelaksanaannya masih kurang optimal.

"Untuk itu, saya mendesak penegakan hukum yang tegas di jalan raya, termasuk menindak pengusaha transportasi darat yang lalai menjalankan kewajibannya," tegas Marwan.

Selain itu, Marwan juga mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan dan memberantas segala bentuk pungutan liar (pungli) di jalan raya yang sudah sangat kronis. Menurutnya, Pungli membuat para pengusaha transportasi darat rugi besar secara bisnis, sehingga perawatan dan pemeliharaan kendaraan serta kesejahteraan awaknya cenderung terabaikan.

"Hasil satu penelitian menyebutkan, maraknya pungli turut memicu kecelakaan darat, karena pungli oleh petugas lapangan nilainya mencapai sekitar Rp 25 triliun per tahun," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Marwan menyampaikan rasa prihatin dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada para korban kecelakaan, terutama korban yang meninggal dunia.

"Harus dipastikan bahwa pemerintah tidak boleh lalai dalam memberikan santunan dan bantuan kepada para korban," demikian Marwan.

Diketahui, kecelakaan transportasi darat belakangan ini terjadi dibeberapa daerah. Kecelakaan itu menyebabkan puluhan korban jiwa. Adalah, di Simalungun Sumatera Utara, bus yang membawa para pelajar SMA masuk ke sungai (28/2/2013).

Di Tanjung Pinang Kepri, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan enam mobil dan satu sepeda motor (28/2/2013). Kecelakaan maut juga terjadi di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat (27/2/2013). [gus]

Berita Terkait
Kembali ke atas