SINDIKASI
twitter facebook
Sabtu, 9 Maret 2013 | 04:23 WIB

Pembunuh 4 Bocah di Batam Tertangkap

Oleh: Haluan Kepri
Pembunuh 4 Bocah di Batam Tertangkap
Inilah.com/Ilustrasi

INILAH.COM, Batam - Pelaku pembunuhan terhadap empat bocah warga Kampung Duren, Bengkong Sadai, Batam disebut-sebut telah ditangkap polisi di sebuah lokasi di Batam beberapa waktu lalu. Pelaku kini masih dalam pemeriksaan polisi.

Berdasarkan keterangan sumber yang enggan menyebutkan namanya menyebutkan, pelaku ditangkap berdasarkan dukungan keterangan saksi serta pengembangan penyelidikan di lapangan.

"Yang diamankan itu masih satu orang," katanya.

Ia mengatakan, pelaku pembunuhan keempat bocah yang mayatnya ditemukan menumpuk di jok belakang mobil sedan Subaru Legacy di Pasar Cik Puan, Bengkong, Kamis (28/2) lalu itu diduga ada tiga orang. Dua nama lainnya sudah dikantongi. Sementara motif pembunuhan diduga dendam.

"Dugaan saya, kalau empat anak itu dibunuh dan motifnya dendam. Pembunuhan itu sudah direncanakan sedemikian rapi agar tidak dicurigai,"ujar sumber tersebut.

Dia mengaku telah mengikuti perkembangan dari awal sejak anak itu diajak hingga hilang dan ditemukan tewas di dalam mobil. Terkait kematian empat bocah, sumber tadi meminta wartawan agar terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Terkait informasi adanya penangkapan pelaku, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Ponco Indriyo belum berhasil dimintai keterangan. Nomor ponsel miliknya saat dihubungi tidak aktif.

Sementara itu Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait mengatakan berdasarkan kasus kekerasaan terhadap anak di Indonesia, 60 persen pelakunya merupakan orang terdekat korban, diantaranya orang tua, kakak, paman, saudara dan juga tetangga.

"60 persen pelakunya adalah orang dekat," ungkap Arist saat meninjau lokasi penemuan mayat keempat korban tersebut beberapa waktu lalu.

Untuk Batam sendiri, kata Arist, sudah pada situasi darurat, karena banyak sekali kejadian yang cukup mencengangkan.

Sebelumnya, dugaan kematian empat bocah karena dibunuh sudah mulai ada titik terang. Pekerja bengkel mengaku sehari sebelum mayat ditemukan, mereka sempat duduk di atas mobil tersebut, namun tidak melihat ataupun mencium bau mayat di dalam mobil itu.

Pekerja bengkel mengaku sehari sebelum korban ditemukan, mereka sempat duduk di atas mobil tersebut. Tapi mereka tidak melihat ataupun mencium bau mayat di dalam mobil itu.

"Kami sempat duduk di atas mobil, Rabu (27/2), sehari sebelum mayat ditemukan Kamis (28/2), tapi kami tak melihat ada mayat di dalam mobil tersebut," kata pekerja bengkel, tempat mayat ditemukan.

Pekerja bengkel tadi yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku mobil tersebut sudah tujuh tahun teronggok di lokasi tersebut. Alat-alat mobil banyak yang sudah dipreteli untuk dipasang di mobil lain. Mobil itu pun sudah bolong-bolong. Biasanya mobil sedan Legacy BM 1306 XS tersebut jadi tempat nongkrong pekerja bengkel ketika istirahat bekerja.

Jadi lanjutnya ketika mayat keempat bocah masing-masing Maria Yelsan Fenge (6), Cosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (3) dan Aprileus Ama Mado (5) ditemukan dalam mobil rongsokan itu, ia dan kawan-kawannya sangat terkejut.

"Tapi aneh ya, kok bisa ada mayat di dalamnya," katanya sambil bercanda.

Seperti diberitakan sebelumnya, keempat bocah ini sebelumnya dilaporkan hilang ketika bermain di seputaran Pasar Cik Puan, Seipanas, Rabu (27/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun hingga Kamis (28/2) siang, keempatnya belum kembali ke rumah masing-masing. Keempat bocah ini diduga diculik lalu dibunuh. Namun polisi membantahnya karena dari hasil otopsi, korban meninggal akibat kehabisan oksigen.

Kematian keempat korban tersebut hingga saat ini masih diselidiki polisi. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk salah seorang pedagang di Pasar Cik Puang, Emi (30).

Ibu ini mengaku melihat keempat bocah itu dibawa oleh seorang perempuan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna biru. Namun dirinya tidak pernah menduga kalau ibu itu bukan orang tua keempat anak tersebut.

"Sempat melihat keempatnya dibawa perempuan tersebut. Dua anak dibonceng dan dua lagi disuruh berjalan kaki mengikuti ibu tersebut. Tapi saya pikir itu orang tua mereka," tutur Emi saat ditemui di tokonya, Kamis (28/2)

Karena tidak curiga ada penculikan, Emi juga tidak mempermasalahkan hal itu. [ton]

Berita Terkait
Kembali ke atas