INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Kamis, 14 Maret 2013 | 20:15 WIB

Ditetapkan Tersangka, Inilah Klarifikasi RY

Oleh: Dian Prima
Ditetapkan Tersangka, Inilah Klarifikasi RY
Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) - istimewa

INILAH, Bogor – Penetapan status tersangka kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) mengundang pro dan kontra. RY pun mengaku siap mengikuti proses hukum terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus pejabat Negara yang mengikuti kegiatan kampanye tanpa izin di lapangan Bilabong, Desa Cimanggis Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor oleh Polres Depok tanggal 16 Februari 2013 lalu.

“Bapak RY percaya hukum masih menjadi panglima di negeri ini. Sebagai warga negara yang baik, beliau akan mengikuti proses hukum yang tengah berlangsung,” kata Juru Bicara RY, David Rizar Nugroho, Kamis (14/3) kemarin.

David menjelaskan kronologis permasalahan yang menyangkut kegiatan kampanye cagub yang dilakukan RY. Dikatakan David, RY telah menunjukkan komitmennya sebagai warga negara yang taat hukum dengan memenuhi undangan Panswalu Kabupaten Bogor tanggal 22 Februari 2013 yang lalu. Kedatangan RY diterima langsung Ketua Panwaslu Yana Nurheryana untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran Pemilu yang disangkakan oleh Panwaslu.

Sejumlah pertanyaan diajukan Ketua Panwaslu, dan jawaban yang diberikan RY langsung dibuatkan Berita Acara Klarifikasi sebanyak tiga lembar dan ditandatangani kedua belah pihak diatas materai. “Saat itu, kapasitas Rachmat Yasin adalah sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat, bukan sebagai Bupati. Jadi beliau diundang tidak dalam kapasitas Bupati Bogor,” jelasnya.

Oleh karenanya, dalam berita acara klarifikasi yang ditulis hanya nama, tempat tanggal lahir, agama. Sedangkan pekerjaan dikosongkan dan alamat di Dramaga bukan di Pendopo Bupati Bogor. RY pun menjelaskan kehadirannya di Bilabong diundang sebagai Ketua DPW PPP Jabar, pengusung pasangan calon gubernur/wakil gubernur Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar.

“RY tidak mendapatkan pemberitahuan secara resmi sebagai jurukampanye pasangan Aher-Demiz. Dan ketika beliau datang ke acara di Bilabong, ada beberapa pejabat negara yang juga hadir seperti Wali Kota Depok, Wakil Wali Kota Bogor,” jelasnya.

Sesuatu yang berbeda antara kehadiran RY dengan pejabat negara lain dalam acara tersebut adalah, RY memberikan sambutan. Sementara pejabat negara lainnya tidak. “MC acara meminta RY untuk memberi sambutan, dengan pertimbangan tidak ingin dipandang tidak bertanggungjawab sebagai Ketua DPW PPP Jabar, RY pun memberikan sambutan. Apalagi dalam undangan disebutkan turut mengundang. Saat beliau sambutan juga sempat menyapa ketua panwaslu. Selain itu acara dilaksanakan hari Sabtu di mana hari libur pemerintahan,” paparnya.

Masalah surat permohonan cuti yang menjadi poin pelanggaran yang dilakukan RY, David mengatakan, tanggal 14 Januari 2013 telah dilayangkan ke Mendagri melalui Gubernur Jabar. “Sampai pelaksanaan kampanye di Bilabong, beliau belum menerima jawaban,” jawab David.

Di akhir klarifikasinya kepada Panswalu, RY mengatakan, dirinya datang tidak menggunakan atribut kepala daerah dan tidak menggunakan fasilitas negara. Sementara itu, pada tanggal 8 Maret 2013, Polres Depok melayangkan panggilan kepada RY untuk hadir diperiksa sebagai tersangka pada hari Senin, 11 Maret 2013. “Sebagai warga negara yang taat hukum, beliau hadir. Ini menunjukkan beliau taat hukum dan menghormati supremasi hukum di negera ini,” paparnya.

Penetapan tersangka oleh Polres Depok pun tidak menganggu aktifitas RY melayani masyarakat Kabupaten Bogor. “Saya berharap semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah. Beliau merasa tidak bersalah karena bisa membedakan mana tugas pemerintahan, mana tugas partai. Pembuktiannya, nanti kita lihat dalam proses hukum yang tengah berjalan,” pungkasnya.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas