NASIONAL
twitter facebook
Jumat, 15 Maret 2013 | 14:19 WIB

Kejagung Usut Korupsi Alat Laboratorium di Kemenag

Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
Kejagung Usut Korupsi Alat Laboratorium di Kemenag
foto:ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Kejaksaan Agung (Agung) terus menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium IPA untuk madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) tahun 2010 pada proyek Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Upaya penyidikan dilakukan dengan memeriksa para saksi. Hingga saat ini sebanyak 10 saksi diperiksa pihak Kejaksaan Agung. "Sudah 10 saksi kami periksa terkait kasus ini," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, Jumat (15/3/2013).

Menurut Untung, Kejagung kemarin telah memeriksa empat saksi yaitu Rahmat Slamat, karyawan CV Pudak, Elisnawaty, direktur PT Marel Mandiri, M. Irvansyah, dan Oktarina Furi.

Sebelumnya, tim penyidik juga memeriksa enam saksi. Yaitu Direktur PT Cahaya Sakti Investindo Sukses, Juanda Hasurungan Sidabutar, Direktur PT Sean Hulbert Jaya, Dorma Simamora, pemilik perusahaan PT Sean Hulbert Jaya, Siti Ombun Purba, Direktur Borisdo Jaya, Djora Damanik, Santi Meryanti, staf PT Nuratindo, dan Arianto Untung, staf Investindo Sukses.

Sebagaimana diketahui, pengadaan alat laboratorium IPA MTs dan MA pada 2010 total nilainya sebesar Rp71,5 miliar, dan Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan tersangka yaitu AS, Direktur Pendidikan Madrasah pada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, IBMJM, Konsultan IT Kementerian Agama, FB (dosen), RR (PNS) Kementerian Agama RI, AM, sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, AA, direktur Alfindo Nuratama Perkasa, ZA, direktur CV Pudac, MPC, staf Nuratindo Bangun Perkasa. [yeh]

Berita Terkait
Kembali ke atas