SINDIKASI
twitter facebook
Selasa, 19 Maret 2013 | 03:40 WIB

Bom Ikan Marak di Mentawai

Oleh: Haluan Padang
Bom Ikan Marak di Mentawai
IST

INILAH.COM, Padang - Sejak dua bulan belakangan ini, penggunaan bom ikan marak digunakan nelayan luar Sumbar. Mereka menguras isi laut Kepulauan Mentawai. Aksi mereka ini tak urung membuat Pemprov Sumbar resah.

Apalagi aksi nelayan yang diduga dilakukan nelayan Sibolga, Sumatera Utara itu, sempat direkam Christi Carter, seorang pengelola Cottage di Pulau Mainuk, Mentawai . Video itu disiarkannya di Youtube.

Pengeboman ikan ini pun lalu menjadi perhatian dunia, termasuk lembaga internasional peduli lingkungan. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI langsung turun tangan mengatasinya. Pasalnya, issu illegal fishing seperti itu bisa berakibat ancaman embargo bagi produk perikanan asal Sumbar khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Dirjen Pengawasaan Sumber Daya Keluatan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Lapis Silalahi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri, usai rapat bersama Forum Koordinasi Penangganan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan, Senin (18/3), di Padang mengatakan, pemerintah melarang penggunaan bom ikan. Praktik ini harus dicegah.

“Kita sangat prihatin dengan sikap para nelayan yang menggunakan bom dalam menangkap ikan. Kita akan cari solusinya bersama, supaya mereka sadar bahwa aktivitasnya bisa merusak lingkungan laut, seperti terumbu karang,” katanya.

Menurut Lapis, selain di Sumbar, daerah lain yang juga rawan tindakan pengeboman ikan yaitu Indonesia timur seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara hingga Irian. Namun upaya pengamanan ini sering terkendala karena minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki KKP.

”Kita memiliki kapal pengawas di seluruh Indonesia sebanyak 25 unit dengan personil di 16 orang per kapal. Untuk itu, kita bersama-sama membuat penyadaran kepada masyarakat terkait hal ini,” tukasnya.

Menurut Yosmeri, praktik pengeboman ikan itu diduga dilakukan nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara. Karena itu mereka diundang hadir rapat agar dapat memberikan pemahaman kepada nelayan di daerahnya. Rapat juga dihadiri Bupati Mentawai, Polda Sumbar, Lantamal, Adpel Teluk Bayur dan instansi terkait lainnya.

Untuk itu, bersama Dirjen PSDK, pihaknya akan melakukan patroli atau gelar pengawasan dengan mengerahkan kapal pengawas ke Mentawai dalam pekan ini. Mereka juga akan melakukan operasi intelijen pasar terhadap pemasaran ikan hasil pemboman maupun sumber bahan rakitan bom. “Dalam pertemuan ini kita sengaja mengundang Pemprov Sumatera Utara dan pemkab terkait, karena diduga kapal-kapal pembom tersebut berasal dari Sibolga,” kata Yosmeri.

Untuk pengamanan di laut ini, pihaknya akan melakukan pengawasan di Kepulauan Mentawai dengan mengerahkan kapal tonda. Pemprov Sumbar juga berkoordinasi dengan Lantamal untuk pengamanan laut ini.Soal kapal memang menjadi kendala untuk efektifitas pengamanan laut.

Jumlah kapal masih terbatas. Namun pihaknya akan meminta bantuan ke pusat untuk menyediakan kapal-kapal pengawas yang representatif. [gus]

Berita Terkait
Kembali ke atas