NASIONAL
twitter facebook
Senin, 25 Maret 2013 | 10:41 WIB

KPK Bakal Telusuri Aset Milik Hakim Setya

Oleh: Firman Qusnulyakin
KPK Bakal Telusuri Aset Milik Hakim Setya
Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo - (Foto: inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aset Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung Setyabudi Tejocahyono yang diduga menerima suap dalam penanganan perkara Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bandung senilai Rp66,6 miliar.

"Adalah prosedur yang dilakukan KPK apabila menangani kasus bila sudah ada penetapan tersangka. Yang akan dilakukan penyidik KPK adalah melakukan aset tracing (penelusuran aset)," ucap Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Senin (25/3/2013).

Dalam melakukan penelusuran aset Hakim Setya, KPK juga menelusuri transaksi mencurigakan dari aset miliknya. Penelusuran transaksi mencurigakan tersebut dilakukan lembaga Ad Hoc ini dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Yang kedua adalah meminta PPATK untuk menelusuri apakah ada transaksi-transaksi mencurigakan yang dilakukan tersangka. Saya kira dalam kasus ini juga akan ditempuh KPK," jelas Johan.

Hakim Setya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK pascatertangkap basah menerima uang suap terkait penanganan perkara korupsi Bansos Pemkot Bandung.

Atas perbuatan tersebut, Hakim Setyabudi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau c, atau pasal 5 ayat 2, atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Mengacu pasal-pasal itu, dia terancam maksimal hukuman pidana penjara selama 20 tahun. Hakim Setyabudi juga terancam denda maksimal sebesar Rp 1 miliar.

Selain menjerat dengan pasal penerimaan suap, KPK juga menjerat dengan pasal pegawai negeri menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatan dan wewenang. Penyidik menduga penerimaan hadiah yang diterima hakim Setyabudi berkaitan dengan wewenangnya.

KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya yakni Asep, Herry Nurhayat, dan Totok Hutagalung. Mereka disangkakan pasal 6 ayat 1 atau pasal 5 ayat 1 atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Mengacu pasal pemberi suap tersebut, mereka terancam maksimal 15 tahun penjara. [mvi]

Berita Terkait
Kembali ke atas