INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Selasa, 9 April 2013 | 18:03 WIB

RY Minta DPC PP Kota Bogor Gelar Rapimcab

Oleh: Dian Prima
RY Minta DPC PP Kota Bogor Gelar Rapimcab
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Rachmat Yasin - istimewa

INILAH, Bogor - Banyaknya para calon walikota yang mengklaim diusung Partai Persatuan Pembangunan Kota Bogor membuat berang Ketua DPW PPP Jawa Barat, Rachmat Yasin. Mengatasi kondisi yang ada seperti itu, RY mendesak DPC PPP Kota Bogor untuk segera menggelar Rapat Pimpinan Cabang dan Survey untuk menetapkan calon walikota yang akan diusung partai berlambang kabah ini.

"Kondisi saling klaim ini tidak selamanya berujung bagus bagi partai. Untuk itu saya meminta agar segera digelar rapimcab dan survey untuk menetapkan siapa calon yang bakal kita usung," jelas RY, Selasa (9/4/2013).

RY menambahkan, rapimcab akan menentukan siapa calon yang akan diusung, sehingga akan lebih memastikan konstelasi politik yang ada. "Melalui rapimcab nama-nama calon akan bermunculan. Dan akan kita lakukan penjaringan sesuai dengan mekanisme partai dan kemudian ditetapkan sebagai calon yang akan diusung oleh PPP, tentu saja dengan rekomendasi dari DPW dan DPP," jelas RY.

RY menjelaskan, sejauh ini belum menerima laporan dari DPC terkait, kapan akan dilakukannya rapimcab. Begitu juga dengan nama-nama yang akan maju dengan perahu PPP dalam pilwalkot mendatang. “Yang penting, rekomendasi nama calon F1 atau F2 akan keluar setelah dilakukan rapimcab dan penjaringan,” tukasnya.

RY menerangkan, jika DPC PPP Kota Bogor harus memberikan laporan terkait hasil rapimcab kepada dirinya. “Hasil rapimcab seperti apa, laporkan kepada saya dan ikuti aturan main. Jadi, nanti saya akan sampaikan rekomendasi ke DPP dan disanalah (DPP) yang memutuskan,” tegasnya.

Mengenai survei internal untuk memutuskan siapa calon terbaik yang akan diusung untuk memimpin Kota Bogor selama 5 tahun masa jabatan, RY menyerahkannya kepada DPC. “Dan untuk survey jelas harus dilakukan, dengan lembaga yang kredibel. Jangan sampai, survey tersebut tidak dilakukan,” ujar RY.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas