BOLA
twitter facebook
Kamis, 11 April 2013 | 00:45 WIB

PSG Terinspirasi Kesuksesan MU Tahun 1999

Oleh: Reza Adi Surya
PSG Terinspirasi Kesuksesan MU Tahun 1999
Javier Pastore - (Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Barcelona - Paris Saint-Germain ingin meniru kesuksesan Manchester United di Liga Champions tahun 1999. Hal itu ditegaskan oleh playmaker Paris Saint-Germain (PSG), Javier Pastore.

PSG akan berkunjung ke Camp Nou beberapa saat lagi pada leg kedua perempatfinal Liga Champions. Peluang untuk melaju ke semifinal cukup berat karena hanya mampu bermain imbang 2-2 di kandang sendiri.

Les Parisien ingin meniru pencapaian Setan Merah saat bertanding di leg kedua semifinal Liga Champions tahun 1999. Saat itu, tim besutan Sir Alex Ferguson hanya mampu bermain imbang 1-1 di leg pertama di Old Trafford. Namun, mereka mampu menang dramatis 3-2 di leg kedua.

Kemenangan itu memang dramatis karena sempat tertinggal 0-2 terlebih dulu sebelum gol dari Roy Keane, Dwight Yorke dan Andy Cole membawa MU melaju ke final. Inspirasi PSG bukan hanya laga itu saja. Ketika berlaga di final, MU juga sempat tertinggal 0-1 dari Bayern Munchen sebelum akhirnya mencetak dua gol di masa perpanjangan waktu.

Menurut Pastore, rekan satu timnya, David Beckham, menceritakan pengalamannya tersebut untuk dijadikan motivasi jelang pertandingan kontra Barcelona di Camp Nou.

"Beckham mengatakan kepada kami bahwa PSG punya kemampuan untuk melaju ke semifinal dengan mengalahkan Barcelona. Yang kami perlukan hanya rasa percaya diri," katanya, seperti dilansir The Sun.

"Ia menceritakan kepada kami situasi ini sangat mirip ketika Manchester United ditahan imbang Juventus di Old Trafford dan harus meraih kemenagan di leg kedua yang digelar di Italia," ia melanjutkan.

"Juventus saat itu sangat tangguh karena memiliki pemain hebat seperti Zinedine Zidane, Edgar Davids, Pippo Inzaghi, Didier Deschamps dan Alessandro Del Piero. Beckham bilang MU sempat tertinggal 0-2, tapi mereka bisa membalikkan kedudukan dan melaju ke final hingga akhirnya menjadi juara. Beckham menceritakan kisah tersebut untuk menciptakan rasa percaya diri semua pemain," ia menuntaskan. [arn]

Berita Terkait
Kembali ke atas