INILAHKORAN.COM - LINGKAR BANDUNG
twitter facebook
Selasa, 23 April 2013 | 22:00 WIB

Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Cileunyi-Nagreg

Oleh: Dadi Haryadi
Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Cileunyi-Nagreg

INILAH, Bandung - Kabar baik bagi pengendara yang kerap terjebak kemacetan banjir cileuncang saat melintas di ruas Jalan Cileunyi-Nagreg (Rancaekek). Pemerintah Provinsi Jabar akan membantu mengatasi permasalahan tersebut meski jalur itu tergolong jalan nasional.

"Kita membantu, jadi koordinator dan fasilitator utama penanggulangan masalah banjir tersebut," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan seusai Rapat Koordinasi Awal Penanggulangan Masalah Banjir di Kantor Bappeda Jabar, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (23/4/2013).

Dia menjelaskan, lokasi banjir terjadi pada dua lokasi, yakni di Km BDG 22+600 (sekitar PT Insan Sandang) dan Km BDG 23+700-24+800 (sekitar PT. Kahatex, PT. Vonex dan kawasan Industri atau Djarum Super).

Pihaknya menduga banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan meluapnya sungai Cinunggal/Cikijing dan Cimande. Kedua sungai tersebut tidak mampu menampung debit air sehingga terjadi genagan air di badan jalan yang mencapai 70 cm. Bahkan, terjadi juga penyempitan dan pendangkalan dasar sungai.

Untuk mengatasi permasalahan itu, lanjutnya, perlu adanya penanganan banjir yang terintegrasi yang meliputi peningkatan jalan, perbaikan saluran drainase, normalisasi sungai dan penataan permukiman.

Pihaknya juga berupaya menangani Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar kawasan industri tersebut. Penataan dilakukan dengan cara relokasi para pedagang yang berada di sepanjang pinggir jalan itu.

"Penanganan permasalahan ini melibatkan Multi stake holders, bahkan kami juga akan koordinasi dengan kepolisian dan Kodam III/Siliwangi terkait permasalahan sosialnya," bebernya.

Heryawan juga mengaku menyiapkan alternatif lain, yakni pembuatan fly over sepanjang 2 Km untuk kendaraan ke arah Nagreg. Namun demikian, cara ini memakan waktu cukup lama berkisar 3-4 tahun.

"Kalau pakai fly over hanya akan menyelesaikan masalah macetnya saja namun tidak menyelesaikan masalah banjirnya," bebernya.

Pada Jumat (26/4/2013) depan, Heryawan akan melakukan kunjungan ke salah satu industri, yakni PT Kahatex. Pasalnya sebagian jalur sungai Cikijing dan Cimande melalui kawasan industri tersebut. Diduga terjadi bottle neck pada aliran sungai tersebut sehingga meluap ke jalan.

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga akan mencoba meminta pelaku industri supaya mau memindahkan pintu utama keluar masuk pabrik. Diharapkan, pintu tersebut tidak lagi ke arah Jalan Raya Rancaekek. "Berbagai solusi akan kita tawarkan toh ini kan demi kenyamanan bersama," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Adang Saf Ahmad menyatakan pihaknya menyiapkan solusi jangka panjang mengatasi banjir Kahatex. Caranya, normalisasi anak-anak sungai Citarum.

Normalisasi, katanya, telah berlangsung sejak lama dan dalam beberapa tahap. Tahun ini, pihaknya akan melakukan tahap ketiga di sungai Cimande dan Cikijing.

"Tahap tersebut akan menelan anggaran hingga Rp400 miliar yang merupakan pinjaman dari Jepang," pungkasnya.[den]

Berita Terkait
Kembali ke atas