EKONOMI
twitter facebook
Rabu, 24 April 2013 | 12:02 WIB

Investor Asing Siap Bangun Bandara Baru di Bali

Oleh: Dewa Putu Sumerta
Investor Asing Siap Bangun Bandara Baru di Bali
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, Denpasar – Beberapa investor asingdari Jepang, Inggris, Korea dan India, mengaku siap mendanai pembangunan bandara internasional di Kabupaten Buleleng, Bali.

"Ada empat investor yang serius berinvetasi membangun bandara di Bali utara. Hanya saja, investor asal India yang awalnya paling siap membangun bandara di Buleleng belakangan hengkang dan mengalihkan dananya ke bandara di Kulonprogo, Jogjakarta," ujar Menteri Perhubungan Everst Ernerst Mangindaan dalam keterangan resminya dalam Forum Transportasi di Nusa Dua, Bali, Selasa (23/4/2013).

Mangindaan yang didampingi Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti menuturkan, awalnya ada tiga lokasi yang diusulkan untuk pembangunan bandara baru di Bali, yaitu satu lokasi di Kabupaten Karangasem dan dua lokasi di Kabupaten Buleleng.

Namun dengan pertimbangan dan diskusi bersama sejumlah pihak terkait, diputuskan lokasi bandara tersebut berada di Kecamatan Kubutambahan atau di timur Singaraja ibukota Kabupaten Buleleng.

"Di Kubutambahan, lokasinya lebih siap, studi feasibilitynya dan daya dukung lainnya, karena paling kecil risikonya," jelasnya.

Mangindaan menuturkan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah menemuinya dan menyampaikan konsep pembangunan bandara sebagai solusi satu-satunya untuk mengatasi problem kemacetan lalu lintas maupun untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di Bali Selatan.

"Pemerintah mendukung agar rencana pembangunan bandara di Bali Utara segera direalisasikan. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan sistem transportasi yang bisa disinergikan atau terintegrasi dengan transportasi darat lainnya," katanya.

Menurut Mangindaan, Bali yang menghadapi masalah kemacetan dan kekroditan lalu lintas telah dicarikan solusinya dengan membangun jalan tol atau jalan di atas perairan (JDP), yang menghubungkan Benoa, Bandara (Kuta) dan Nusa Dua.

"Intinya mereka (investor) siap segera mengucurkan dananya, dengan catatan sudah tidak ada masalah lagi di bawah. Sebenarnya investor banyak yang mau asalkan jangan ada permasalahan tanah," tegas Mangindaan.

Pemerintah daerah, kata Mangindaan diminta segera menyelesaikan semua persoalan di bawah terkait rencana pembangunan bandara internasional tersebut. "Sudah ada investor lokal yakni PT Pembangunan Bali yang juga sudah siap mengembangkan bandara baru tersebut," katanya. [ast]

Berita Terkait
(Proyek Kereta Bandara Soekarno-Hatta Rp3 T) 75 Persen Biaya Berasal dari Empat Bank Besar
Kembali ke atas