INILAHKORAN.COM - LINGKAR BANDUNG
twitter facebook
Rabu, 1 Mei 2013 | 20:05 WIB

Bupati Bandung Instruksikan Tutup The Dreams Hotel

Oleh: Dani R Nugraha
Bupati Bandung Instruksikan Tutup The Dreams Hotel
ilustrasi

INILAH, Soreang - Bupati Bandung Dadang M Naser menegaskan, pihaknya akan segera melakukan penutupan terhadap bangunan liar atau bangunan tanpa ijin. Termasuk The Dreams Hotel yang berdiri tanpa mengantongi Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Memang sekarang seperti jadi saling tuding. Tapi harus diketahui juga, untuk IMB ada ukuran tertentu yang dikeluarkan oleh Kecamatan. Nah, kalau ukurannya besar harus memiliki Izin Pemanfaat Tanah (IPT). Itu izinnya di kabupaten. Tapi kabupaten bisa mengeluarkan IPT kalau ada IMB dari kecamatan. dIsini banyak muncul permainan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Dadang, Rabu (1/5).

Dadang menduga, oknum tidak bertangungjawab inilah yang menyebabkan kekisruhan. Misalnya, mereka menyanggupi untuk membantu pengurusan izin ke kabupaten, tapi tidak dikerjakan. Bahkan bisa saja oknum ini memberikan jaminan kepada pemohon izin itu untuk mendirikan bangunan sebelum mengantongi izin IPT dan IMB.

"Tidak menutup kemungkinan yang ikut 'bermain' itu dari aparat juga. Kami juga akan segera melakukan penutupan terhadap hotel The Dreams. Dan saya juga tegaskan tidak benar kalau saya dikatakan membackup atau membekingi hotel tersebut," tegasnya.

Untuk menindaklanjutinya, Dadang mengaku telah memerintahkan Satpol PP untuk segera menutup dan membongkar hotel tersebut. Karena sudah jelas keberadaan bangunan tersebut, tidak berizin.

"Jadi pengusaha juga harus tahu diri dong, jangan ngeyel dan tahu diri. Ikuti peraturan yang ada, jangan seenaknya saja," katanya.

Sedangkan mengenai adanya dugaan oknum aparat yang terlibat. Dadang berjanji akan mencarinya, sekaligus menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum yang terlibat pembangunan liar tersebut.

"Undang-undang Tata Ruang itu sangat ketat. Kalau sudah ketahuan siapa oknum aparatnya. Sanksi penggesaran posisi jabatannya. Kalau terlibat pidana, kami bisa memecatnya," tegas Dadang.

Dadang melanjutkan, untuk kedepannya, pihaknya tidak mau lagi kecolongan. Sehingga, akan segera dilakukan pendataan terhadap bangunan-bangunan yang diduga belum memilki izin.

"Kita akan lakukan pendataan, agar tidak kejadian lagi yang seperti ini. Saya juga meminta kepada para camat dan Kades, untuk turut mengawasi dan menanyai jika ada rencana pembangunan di daerahnya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa restoran dan hotel di sepanjang jalur wisata di kawasan Bandung Selatan, diduga berdiri tanpa memiliki Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain tidak memiki IPT IMB, ada diantaranya yang berdiri di sempadan Sungai Ciwidey.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas