NASIONAL
twitter facebook
Kamis, 9 Mei 2013 | 07:30 WIB

Geng Motor Tikam dan Rampok Wartawan Trans TV

Oleh: Suriani
Geng Motor Tikam dan Rampok Wartawan Trans TV
ilustrasi - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Makassar - Aksi geng motor kian meresahkan di Makassar, saban malam mereka selalu membuat ulah. Kamis (9/5/2013) subuh tadi, kontributor Trans TV Muhammad Ardiansyah (23) atau yang akrab disapa Endy dikeroyok kawanan geng motor di jalan Urip Sumiharjo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.

Endy mengalami luka tusukan badik di bagian paha sebelah kanan sedalam 4 cm. Akibat lukanya itu dia harus dirawat intensif di ruang Unita Gawat Darurat (UGD) Ibnu Sina.

Bukan hanya itu, setelah di keroyok dan ditikam Balckberry miliknya dirampas oleh gerombolan geng motor itu.

Menurut keterangan Harun Rasyid jurnalis Fajar TV, ia dan korban berboncengan hendak pulang ke kantor Trans TV di jalan Ahmad Yani sehabis liputan malam di hotel Clarion jalan Andi Pangerang Pettarani Makassar.

Ketika melintas di jalan Urip tepatnya di depan Aliah kursus, mereka dipepet oleh pengendara motor yang diduga anggota geng motor. Diduga pelaku membuntuti korban sejak dari jalan Andi Pangerang Pettarani dan memepet korban untuk merampas kunci motornya

"Endy langsung teriak, kenapa kau serempet kita, langsung kita mengejar mereka," jelas Harun di rumah sakit Ibnu Sina.

Tak terima diserempet, korban mengejar pelaku yang kabur untuk
memanggil teman-temannya. Setibanya di depan kantor Dinas Pariwisata Kota Makassar jalan Urip Sumiharjo, pelaku berhenti. Korban dan Harun pun turun dari motor.

Belum juga motor mereka terpakir dengan benar, pelaku menyerang Harun dan Endy. Endy babak belur dan kena tikam di pangkal pahanya.

Sementara Harun menyelamatkan diri dengan bersembunyi di rumah salah seorang warga. Pasalnya mereka kalah banyak. Pelaku berjumlah empat orang, membawa parang dan busur sementara mereka hanya berdua dan melawan dengan tangan kosong.

Usai mengeroyok, kelompok geng motor itu mengambil Blackberry korban dan meninggalakan tempat kejadian. Harun pun meminta tolong warga dan melarikan Endy ke RS Ibnu Sina.

Kepala Biro Trans TV Makassar, Anno Suparno mengutuk keras ulah geng motor yang sangat meresahkan warga. Sementara, aparat kepolisian seoralah tak mampu mengatasi penyakit masyarakat yang paling meresahkan di jalanan ini.

Kasus ini sementara dalam penyelidikan polsek Makassar. Saksi korban sudah dimintai keterangan.

"Saya prihatin atas kejadian ini. polisi di makassar gagal dalam
menangani kondisi keamanan di Makassar. Kelompok ini kerapkali
meresahkan masyarakat, bukan hanya dari kelompok sipil tapi bahkan anggota polisi pun menjadi korban akibat kebiadaban para pelaku yang seolah-olah bebas berkeliaran di kota ini," tegasnya. [gus]

Berita Terkait
Kembali ke atas