NASIONAL
twitter facebook
Kamis, 16 Mei 2013 | 15:47 WIB

Komisi Yudisial Tukang Posnya DPR

Oleh: Fadhly Dzikry
Komisi Yudisial Tukang Posnya DPR
Komisi Yudisial (KY) - (Foto: inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Yudisial (KY) dinilai seperti tukang posnya DPR. Hal ini karena calon hakim agung hasil seleksi Komisi Yudisial (KY) kemudian dipilih lagi oleh DPR.

"Karena KY hanya mengusulkan pengangkatan calon hakim agung yang dipilih oleh DPR, maka KY berganti peran sebagai tukang pos nya DPR," ujar Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Mohammad Fajrul Falaakh dalam persidangan gugatan calon hakim agung di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (16/5/2013).

Fajrul menambahakan, hal tersebut telah menyalahi komitmen konstitusional tentang pembentukan KY yang independen, menurut pasal 24B ayat 3 UUD 1945, yaitu anggota KY diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

"Jadi, pembentukan KY yang independen untuk mendukung indepedensi kekuasaan kehakiman, (dilakukan) melalui perbaikan pola perekrutan hakim agung," katanya.

"Dapat disimpulkan, bahwa pemilihan hakim agung oleh DPR tersebut tidak sejalan dengan standar internasional dan konstitusional yang sudah diuraikan," tambahnya.

Dia menerangkan, dalam amanat Undang-Undang nomor 3, DPR hanya bertugas memilih calon hakim yang diusulkan oleh KY. Namun yang terjadi adalah KY menjadi panitia seleksi tetap, kemudian mengajukan tiga nama untuk tiap lowongan hakim agung untuk dipilih oleh DPR, setelah calon dipilih oleh DPR, KY menyampaikan hasil pilihan DPR untuk diangkat Presiden.

"Dengan demikian (telah) terjadi politisasi perekrutan hakim agung sebanyak tiga kali," katanya. [mvi]

Berita Terkait
(Kasus Transfer ke Hakim Agung) Deddy Corbuzier Diperiksa KY Hari Ini
Kembali ke atas