DUNIA
twitter facebook
Jumat, 24 Mei 2013 | 17:16 WIB
Reaksi Pembunuhan Tentara

Muslim Inggris Mulai Diserang

Oleh: Bachtiar Abdullah
Muslim Inggris Mulai Diserang
IST

INILAH.COM, London – Pembantaian tentara Inggris di London mengundang reaksi balik dari kalangan Muslim maupun warga Inggris lainnya.

Abu Khaled, warga Inggris beragama Islam, merasa tak beruntung mendengar pembantaian tentara Inggris oleh dua orang Muslim di London pada Rabu (22/5/2013) lalu. Namun di hatinya ia merasakan kepiluan saat orang Islam yang juga dibunuh dengan belati atau yang mati sia-sia karena tertembak peluru nyasar drone.

“Apakah Anda tahu seorang Muslim berusia 75 tahun ditusuk belati saat pulang dari masjid di Birmingham bulan lalu? Apakah Anda tahu saat terjadi peladakan bom Maraton Boston, sebelas anak-anak Islam tewas dimangsa drone di Afghanistan?” tanyanya.

Pria berjanggut berusia 36 tahun ini diwawancara wartawan Reuters saat berada di luar masjid tertua dan terbesar di London timur, Kamis (23/5). Reaksi kaum Muslim terhadap pembantaian brutal pada Rabu lalu menjelma menjadi horor yang menakutkan dan bisa memicu balas dendam.

“Para pembantai itu mendiskreditkan asma Allah dan tak menghormati agama kami. Tak diragukan lagi bagi orang yang beriman mempertanyakan mengapa orang-orang ini melakukan pembantaian itu,” ujar Farooq Murad, Ketua Dewan Muslim Inggris pada konferensi pers.

Abu Khaled mengatakan, perlakukan orang Barat terhadap kehidupan warga Muslim menjadi semacam “jaminan atas kerusakan” dalam konflik Afghanistan dan Iraq yang memicu pembantain di Woolwich, London tenggara.

Dalam tayangan video pembantaian itu, salah satu dari dua tersangka, yang menurut media Inggris warga London bernama Michael Adelbolaju, 28, ia melalukan itu karena,”orang Islam sekarat hampir setiap hari” dan kematian tentara Inggris itu seperti “mata dibayar mata, gigi dibayar gigi”.

“Tentara itu dibantai seperti kambing, saya sampai tidak bisa tidur memikirkannya. Saya takut pergi keluar rumah, takut ada orang menyerang saya karena mengenakan hijab (jilbab),” ujar Muna Hussein, 35 tahun.

Pemimpin umat Islam Inggris ketar-ketir, karena banyak sanak keluargan tinggal di distrik Barking, London timur, yang menjadi markas Legiun Pertahanan Inggris (BDL). BDL adalah kelompok ekstrem kanan yang turun ke jalan-jalan kemarin memprotes pembantaian di London. BDL bisa menularkan kebencian terhadap umat Islam di Inggris.

“Kejadian buruk di Woolwich mengingatkan kita bahwa kita dalam keadaan perang .. mempertahankan kebudayaan kita, hak-hak kita, kebebasan kita dan demi negara kita,” tulis kelompok esktrem kanan di situs web milik mereka.

Laman Facebook Mesjid London Timur dicaci dengan ancaman dan komentar yang berbau xenophobia, serta dua masjid lainnya yang sudah diserang. Mesjid London Timur menjadi rumah bagi warga Muslim Inggris dan masjid ini terlibat dalam perang melawan ajaran ekstremis.

Berita Terkait
(Kunjungan Pangeran William dan Kate) Keluarga Cambridge Tiba di Selandia Baru
Kembali ke atas