INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Selasa, 4 Juni 2013 | 14:17 WIB

Pemprov Genjot Kesiapan Relokasi Jatigede

Oleh: Dadi Haryadi
Pemprov Genjot Kesiapan Relokasi Jatigede
inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Pemerintah provinsi Jawa Barat membuat strategi penanganan dampak sosial dari pembangunan waduk Jatigede. Strategi itu salah satunya memuat percepatan relokasi warga terkena dampak pengairan waduk yang digagas sejak 1963 itu.

Seperti diketahui, target penggenangan waduk yang diprediksi mampu mengairi lahan pertanian seluas 90.000 hektare ini adalah Oktober 2013.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jawa Barat, Eddy Nasution mengatakan pihaknya melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat terkait kesiapan relokasi penduduk dari sisi tempat.

"Yang pasti, Pemprov usulkan merelokasi warga yang terkena dampak Jatigede," ujarnya kepada wartawan di Gedung Sate, Selasa (4/6/2013).

Dia menjelaskan relokasi strategi penanganan itu dibuat untuk mencegah timbulnya konflik sosial. Pasalnya, permasalahan pembangunan Jatigede sangat beragam.

Selain relokasi, katanya, persoalan lain yang muncul ialah 'rumah hantu'. Rumah tersebut dibuat spekulan dengan tujuan mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

"Sepertinya, ada investor khusus yang mendanai pembangunan rumah hantu," katanya.

Menurutnya, pemprov juga menunggu legal aspek yang disiapkan pemerintah pusat. Seperti diketahui, beberapa peraturan dijadikan dasar hukum, yakni Permendagri No. 15/1975 (pembebasan tahun 1982-1986), Keppres No. 55/1993 (pembebasan 1994-1997), dan Perpres No. 36/2005 dan P.Ka.BPN No. 3/2007 (pembebasan 2005-skrng).

Saat ini, pemprov fokus pembebasan dengan Permendagri No. 15 Tahun 1975. Soal pendataan, pihaknya mengandalkan BPKP Jabar selaku tim dari SAMSAT Jatigede.

Dari hasil verifikasi dan validasi penduduk, sebanyak 4.701 KK tercatat berada di area genangan air (elevasi 262,5 meter). Sedangkan total penduduk di luar area sebanyak 2.602 KK.

"Pembayarannya sudah, dibebaskan tapi direlokasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Denny Djuanda menyatakan target penggenangan waduk Jatigede sempat mengalami mundur dari jadwal semula September menjadi Oktober. Pasalnya, proses relokasi membutuhkan waktu cukup lama.

Proses relokasi, katanya, agak terlambat karena dana perumahan awalnya disimpan di Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, saat ini dana tersebut sudah ada di Kementerian Perumahan Rakyat.

"Namun, target peresmian tetap sesuai jadwal pada Februari 2014," bebernya.

Saat ini, lanjutnya, proses relokasi tahap awal akan dilakukan pada sekitar 697 orang yang berada di daerah genangan air. Tender kegiatan itu sudah dilakukan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar. Warga akan direlokasi ke Desa Conggeang Kulon, Conggeang Wetan dan Takurjaya di Kabupaten Sumedang.

Sedangkan sisanya, akan diberikan dana untuk menyewa rumah terlebih dahulu. Relokasi massal akan dilakukan seluruhnya pada 2014.

Hingga Desember tahun ini, pihaknya sudah mengajukan relokasi bagi 1.001 rumah. Ke depan, jumlah itu akan bertambah. Nantinya, warga terkena dampak tersebut dinilai berhak mendapatkan lahan relokasi sekitar 400 m2 dan rumah tipe 36.

Pihaknya sudah mengusulkan pada pemerintah pusat agar warga yang sudah mendapat ganti rugi sejak lama ini mendapatkan dana bantuan untuk pindah. Persoalan dampak sosial yang muncul akan diselesaikan dengan cara pendekatan melalui pemberian bantuan sosial. [ito]

Berita Terkait
Kembali ke atas