METROPOLITAN
twitter facebook
Sabtu, 8 Juni 2013 | 04:21 WIB

Ahok: Kalau Tak Tegas, Tak Ada Jakarta Baru

Oleh: Ahmad Farhan Faris
Ahok: Kalau Tak Tegas, Tak Ada Jakarta Baru
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama - (Foto: inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar membangun rumah susun sebagai bagian dari program penataan permukiman, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan waduk.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembangunan Rusun-rusun di wilayah Ibukota merupakan salah satu cara untuk mewujudkan Jakarta baru. Untuk itu ia mengancam akan menindak tegas petugas atau siapapun yang memperjual belikan Rusun yang ada di Jakarta.

"Kita akan tindak tegas, tidak ada toleransi. Kalau tidak mau tegas, tak ada Jakarta baru," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu, Jumat (7/6/2013).

Ahok melanjutkan, ia telah meminta kepada Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakart, untuk mendata terlebih dahulu warga yang akan menghuni setiap Rusun yang akan dibangun. Sehingga begitu selesai, sudah jelas siapa warga yang akan berhak menghuni Rusun itu.

Ahok menambahkan, bukan cuma petugas nakal saja yang bisa dikenakan tindakan tegas jika terbukti menyelewengkan unit-unit di Rusun. Namun, para penghuni yang terbukti menjual atau menyewakan Rusun yang mereka dapatkan juga bisa dikenakan tindak pidana.

""Bagi penghuni yang menjual atau sewakan rusun akan dikenakan pidana 6 tahun kurungan. Kami akan membangun rusun terpadu dengan fasilitas puskesmas dan pasar. Jadi tidak perlu repot sakit, belanja, sekolah, kami biayai dengan KJP, KJS," jelasnya.

Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan terus menambah jumlah rusun di wilayah Jakarta. Saat ini saja, ada para pengembang masih mempunyai utang untuk membangun Rusun sebanyak 685 blok atau 68.500 unit.

"Kita akan tagih utang itu. Nantinya Rusun-rusun itu akan diperuntukan bagi warga yang bermukim di sungai dan waduk. Jadi nanti pihak yang direlokasi ke Rusun tidak akan mendapatkan uang kerohiman," tandasnya. [mes]

Berita Terkait
Kembali ke atas