NASIONAL
twitter facebook
Kamis, 27 Juni 2013 | 01:35 WIB
Pertemuan Nasir Abas-Dubes AS

Waspadai Nasir Sebagai Jamaah Intelijen (JI)

Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
Waspadai Nasir Sebagai Jamaah Intelijen (JI)
Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas - (Foto: inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas dengan Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe yang disebut dalam situs WikiLeaks menimbulkan pertanyaan. Terlebih dalam situs tersebut disebutkan, Nasir meminta Pascoe menghapuskan statusnya yang masuk dalam daftar orang yang harus diwaspadai.

Menanggapi pertemuan Nasir dan Pascoe, Pengamat Teroris Mustopa Nahrawardaya menyatakan keraguannya, apakah Nasir Abas mantan anggota Jamaah Islamiyah atau bukan ?

Ia pun menduga-duga, jika Nasir Abas bukan mantan bagian dari Jamaah Islamiyah (JI), namun Jamaah Intelijen (JI). "Kan ada mantan teroris yang kemudian diturunkan sebagai Jamaah Intelijen dengan tujuan memberikan informasi," kata Mustopa saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (26/6/2013).

Meski tak yakin, menurut Mustapa, kedekatan Nasir Abas dengan Polri yang kerap memberikan informasi mengenai jaringan teroris memungkinkan Nasir menjadi Jamaah Intelijen yang merupakan kaki tangan AS. "Nggak begitu yakin sih, tapi dengan posisi Nasir Abas saat ini, bisa jadi masuk yang itu (Jamaah Intelijen)," canda Mustapa.

Seperti diketahui, bocoran informasi rahasia Amerika Serikat (AS) mengenai Indonesia. Kali ini, yang dibocorkan oleh situs Wikileaks menyebutkan, permintaan Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe agar nama Nasir Abas dihapus dari daftar keuangan teroris di AS dan PBB.

Sebelumnya, nama Nasir Abas memang masuk dalam daftar yang patut diwaspadai oleh AS dan PBB dalam hal keuangan jaringan terorisme. Dalam daftar itu, nama Nasir Abas tertulis Sulaiman bin Abas alias Moh Nasir bin Abbas.[dit]

Berita Terkait
Kembali ke atas