INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Jumat, 28 Juni 2013 | 17:49 WIB

Orari Dorong Pengguna Frekuensi Ilegal Urus Izin

Oleh: Benny Bastiandy
Orari Dorong Pengguna Frekuensi Ilegal Urus Izin
istimewa

INILAH.COM, Cianjur - Saluran frekuensi alat komunikasi (pesawat) di Kabupaten Cianjur diduga masih banyak yang tak mengantongi izin alias ilegal. Kondisi itu dinilai bakal berpengaruh terhadap sistem komunikasi lintas frekuensi.

Ketua Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) Lokal Cianjur Abdul Halim mengatakan berdasarkan Undang-Undang Komunikasi, semestinya setiap pemegang alat komunikasi mendaftarkan diri agar keberadaannya tidak dianggap ilegal. Dari hasil fox hunting (gangguan frekuensi), masih banyak terdapat saluran-saluran ilegal.

"Kita sebetulnya tidak ada kewenangan menindak, hanya mendata saja. Sebab yang lebih berhak menindak adalah Balai Monitor (Balmon) di Provinsi Jawa Barat di bawah koordinasi Kementerian Kominfo, karena mereka sudah memiliki penyidik," kata Halim kepada INILAH.COM di Sekretariat Orari Lokal Cianjur, Jumat (28/6/2013).

Sesuai Undang Undang Komunikasi, kata Halim, jika ada yang kedapatan menggunakan frekuesi ilegal bakal kena saksi. Bentuk sanksinya nanti disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya. "Fungsi dan kedudukan Orari di daerah itu lebih pada pembinaan. Ketika ditemukan ada frekuensi ilegal, kita arahkan untuk segera mendaftarkan diri sehingga bisa mendapatkan izin resmi," ujarnya.

Kurun lima tahun terakhir, Halim mengaku sudah banyak melayangkan surat teguran kepada pemilik atau pengguna saluran-saluran ilegal. Tak sedikit di antara mereka yang akhirnya mendaftarkan diri hingga memiliki izin resmi. "Kita berupaya agar semua pengguna frekuensi itu memiliki izin resmi. Saat ini memang aturannya sedikit berbeda dengan dulu. Kalau dulu ketika ada yang menggunakan frekuensi ilegal, akan langsung ditindak. Tapi sekarang lebih ditekankan pada pola pembinaan," tuturnya.

Halim tak menampik hingga kini banyak masyarakat yang kurang mengenal lebih jauh keberadaan Orari. Padahal peran dan fungsinya sebagai organisasi lintas internasional, Orari kerap membantu jalur komunikasi, terutama saat momen-momen tertentu. "Misalnya ketika ada bencana, Orari sebagai organisasi saluran komunikasi, selalu membantu menjadi garda terdepan dalam menginformasikannya," katanya.

Ke depan, Halim berharap agar keberadaan Orari bisa dikenal luas masyarakat, terutama para pengguna frekuensi. Menurut Halim, untuk menjadi anggota Orari tak selalu harus memiliki bentuk fisik pesawatnya. "Yang dituntut dari keanggotaan Orari itu adalah memahami teknis perangkat. Dalam berbagai event kejuaraan, perwakilan dari Orari Lokal Cianjur kerap meraih juara di berbagai daerah," tandasnya.

Anggota Orari Lokal Cianjur, Rudi Syachdiar Hidajath mengatakan, pihaknya terus mendata pengguna frekuensi agar ke depan bisa lebih tertata rapi. Terlebih, keberadaan Orari itu sudah diakui internasional sebagai sebuah organisasi saluran komunikasi.

"Kita nanti akan coba menggiatkan kembali sweeping saluran-saluran ilegal untuk mendapatkan lisensi resmi. Jika tak dibina, tentunya akan mengganggu saluran-saluran komunikasi (interferences)," tegasnya.[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas