SINDIKASI
twitter facebook
Jumat, 5 Juli 2013 | 06:45 WIB

Di Padang, HAMAS Menang Telak

Oleh: Haluan Padang
Di Padang, HAMAS Menang Telak
Pasangan Hendri Arnis dan dr Mawardi Samah unggul - (Foto: istimewa)

INILAH.COM, Padang Panjang - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang Panjang selesai digelar. Pasangan H Hendri Arnis-Mawardi Samah (HAMAS) menang telak. Tanah Datar pun siap-siap mencari wakil bupati baru.

Teka-teki seputar sosok pemimpin yang akan menakhodai Kota Padang Panjang lima tahun ke depan, mulai terjawab. Hasil penghitungan cepat Bappilu PKS Kota Padang Panjang hingga pukul 18.00 WIB, pasangan H Hendri Arnis- dr Mawardi Samah (HAMAS), untuk sementara berhasil menumbangkan 4 kandidat lainnya dengan persentase perolehan suara 43,92 persen dari perkiraan sekitar 23.222 pemilih (67,11 persen dari DPT).

Menyusul pasangan incumbent Edwin- Eko Furqani dengan persentase perolehan suara 35,82 persen, Sonny Jendriza Idroes- Aldias Sastra

12,28 persen, Jon Enardi- Yurnalisman Syam 5,43 persen dan pasangan Yusyafnital- Yuheldi 2,56 persen. Bappilu PKS juga merilis, dari 85 lokasi TPS se Kota Padang Panjang, HAMAS setidaknya merajai 65 TPS yang masing-masingnya berada di Padang Panjang Barat dan Timur.

“Ini adalah hasil riil count yang kita kumpulkan dari seluruh saksi, yang memang disebarkan di seluruh TPS se Kota Padang Panjang,” kata Ketua Bappilu DPD PKS Kota Padang Panjang, Sn Hamdi didampingi Nasrullah Nukman.

Pantauan Haluan seputar jalannya proses pemungutan suara, Kamis (4/7) kemarin, pelaksanaan alek demokrasi di Kota Padang Panjang berlangsung aman, tertib dan damai. Meski Padang Panjang sempat diguyur hujan, namun tingkat kehadiran dan partisipasi pemilih untuk datang ke TPS-TPS guna menyalurkan hak suaranya, masih terbilang cukup tinggi.

Dari monitoring ke sejumlah TPS yang tersebar di Kecamatan Padang Panjang Barat hingga pukul 16.00 WIB, perolehan suara HAMAS terlihat cukup jauh meninggalkan 4 pasangan kandidat lainnya. Seperti di TPS 1 dan 5 Kelurahan Balai-balai. Dari jumlah total 493 kertas suara sah, HAMAS berhasil mengantongi sebanyak 256 suara, jauh lebih unggul dari pasangan Edwin-Eko (133 suara), SJI-AS (94 suara), JE-Yun Syam (7 suara) dan YY (3 suara).

Sementara dari penghitungan sementara total raihan suara keseluruhan di 4 TPS di Kelurahan Ekor Lubuk Padang Panjang Timur, pasangan Edwin-Eko sedikit lebih unggul dari HAMAS dan tiga kandidat lainnya, dengan total perolehan suara sebanyak 572 suara. Menyusul HAMAS (420 suara), SJI-AS (101 suara), YY (44 suara) dan JE-Yun Syam (27 suara).

Perolehan suara telak dari hasil penghitungan sementara untuk kemenangan pasangan HAMAS dengan tag line “Semangat Baru-nya”, memang membuat prediksi sebagian besar masyarakat Padang Panjang yang menggadang-gadangkan pasangan incumbent Wawako Padang Panjang Edwin-Eko, jadi meleset dan terbantahkan. Duet yang diusung koalisi Partai Golkar, PKS, PKB dan PBB ini, seolah mencatatkan sejarah baru untuk helat demokrasi di kota berpenduduk sekitar 52 ribu jiwa itu.

“Alhamdulillah, walau hasil dari penghitungan hari ini masih bersifat sementara, namun pada kenyataannya, inilah sosok calon pemimpin lahir atas pilihan langsung masyarakat Padang Panjang. Siapapun yang menang, maka merekalah yang akan mengemban amanah masyarakat Padang Panjang,” kata pengamat politik Padang Panjang, Taufik Hidayat.

Jika posisi calon dalam hasil sementara ini tidak berubah, maka Hendri Arnis akan dilantik menjadi Walikota Padang Panjang. Sementara jabatan yang disandangnya saat ini sebagai Wakil Bupati Tanah Datar akan kosong. Dengan demikian, Tanah Datar juga akan mencari Wabup baru pengganti Hendri Arnis.

Sementara di Kantor Panwaslu Kota Padang Panjang hingga pukul 18.30 WIB petang, empat pasang kandidat masing-masingnya E-E, SJI-AS,Y-Y dan JE-Yun Syam dengan didampingi tim pemenangan masing-masing, terlibat dalam diskusi serius dengan pihak Panwaslu. Pertemuan itu, juga tampak dihadiri sejumlah petinggi di jajaran Polres Kota Padang Panjang.

Selain mengungkap dan melaporkan adanya indikasi pelanggaran dalam sejumlah tahapan pelaksanaan Pilkada, salah seorang kandidat cawako, Jon Enardi, bahkan meminta pihak Panwaslu untuk merekomendasikan pelaksanaan Pilkada ulang. Jon menyebutkan, pihaknya mendapatkan temuan terkait adanya unsur legitimasi pelaksanaan Pemilukada yang tidak terpenuhi.

“Pertama, terkait dengan kertas suara rusak yang tidak dimusnahkan sampai hari pemungutan suara. Selain itu juga terdapat pemilih yang menggunakan hak suaranya hanya dengan menunjukkan KTP dan KK, meski kartu identitas itu baru mereka dapatkan pada H-1. Begitupun terkait hilangnya 68 kertas suara. Ini adalah kesalahan fatal. Untuk itu, kami minta Panwaslu bersikap arif dan merekomendasikan untuk pelaksanaan Pilkada ulang,” tandas Jon.

Menjawab persoalan itu, Ketua Panwaslu Kota Padang Panjang, Agus Salim mengatakan, Panwaslu mempersilahkan seluruh kandidat yang merasa tidak puas dengan hasil sementara dari pelaksanaan Pilkada Padang Panjang, untuk mengisi dan melengkapi formulir pengaduan. Begitu juga terkait dengan adanya dugaan pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pilkada.

Bangga

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar H Ali Asmar selaku ketua tim monitorong Pilkada Kota Padang Panjang dari Provinsi Sumbar mengaku bangga atas tingginya partisipasi masyarakat Padang Panjang dalam menentukan pilihan, siapa walikota dan wakil walikota Padang Panjang ke depan.

Ali Asmar disamping turun untuk monitoring pelaksanaan pencoblosan Kamis kemarin tersebut, Ia juga bersama. Istrinya pulang kampung untuk mencoblos di TPS Ngalau sesuai dengan alamat KTP nya.

Menurut Ali Asmar, kepedulian warga Padang Panjang menentukan walikota dan wakilnya patut dipujikan. Itu terlihat banyaknya masyarakat datang melakukan pencoblosan di 85 TPS yang ada.

Disamping itu pelaksanaan Pilkada Kota Padang Panjang juga berjalan aman, tertib dan tidak ada masalah baik antara sesama calon maupun antara sesama para pendukung pasangan masing masing. Sehingga pemilihan walikota dan wakil walikota Padang Panjang berjalan lancar. Benar benar “ pemilukada badunsanak “. Kalaupun ada retak tidak membawa pecah, hendaknya juga setelah ini bak ibarat “ biduak lalu kiambang batauik. Artinya segala masalah berakhir.

“Siapa pun yang menang dan dipilih masyarakat diharapkan dapat melanjutkan program walikota Suir Syam bersama Edwin Anas sehingga kota Serambi Mekah ini mengalami kemajuan yang lebih pesat dimasa datang. Termasuk masalah pembangunan pasar Padang Panjang yang perlu sentuhan yang serius,” kata Ali Asmar menjawab Haluan di sela melakukan monitoring bersama sejumlah anggota tim di meja satu Gumarang Padang Panjang kemarin. [gus]

Berita Terkait
(Pilkada Padang Putaran Ke-2) Jumlah DPT Berkurang 903 Orang
Kembali ke atas