DUNIA
twitter facebook
Rabu, 10 Juli 2013 | 07:25 WIB

Toko Abaya di Arab Gagal Pekerjakan Perempuan

Oleh: Indah Winarso
Toko Abaya di Arab Gagal Pekerjakan Perempuan
(arabnews.com)

INILAH.COM, Jeddah - Pemilik toko pakaian wanita di Jeddah, Arab Saudi, mengaku kesulitan mencari pramuniaga perempuan untuk bekerja di toko mereka.

Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi sebenarnya telah memberi tenggat waktu 7 Juli 2013 bagi pemilik toko untuk mengganti pramuniaga pria ke pramuniaga perempuan terutama untuk bagian mal yang menjual lingerie, pakaian, abaya, kosmetik dan parfum wanita. Tenggat waktu itu adalah perpanjangan dari tenggat waktu sebelumnya, 15 Januari 2011.

Menurut Arab News, langkah ini gagal karena kebanyakan toko tidak sanggup memenuhinya. Komunitas bisnis Arab telah meminta Departemen Tenaga Kerja untuk meninjau kembali ketentuan itu.

“Kami mendapat banyak surat dari para pedagang yang memprotes ketentuan pemerintah itu,” kata Mohammed Sultan Al-Shahri, ketua kamar dagang dan industri Jeddah (JCCI) bidang tekstil dan garmen.

Juru bicara Kementerian Tenaga Kerja Arab, Hattab Al-Anazi mengatakan bahwa kementerian memang memiliki rencana strategis jangka panjang untuk perekrutan pramuniaga perempuan Saudi untuk toko pakaian wanita.

Banyak toko besar dan tingkat menengah yang terletak di pusat perbelanjaan kelas atas dan banyak menawarkan pakaian wanita memang telah berhasil merekrut pramuniaga perempuan dan menghentikan pramuniaga laki-laki. Namun tidak begitu untuk toko-toko pakaian kelas menengah dan toko garmen di jalan-jalan kecil.

Mencari pramuniaga perempuan Arab Saudi adalah hal yang sangat sulit karena kemampuan melayani pelanggan biasanya di bawah rata-rata, terutama dalam hal tawar menawar.

Apalagi mereka juga dituntut untuk bekerja dalam shift, pagi dan sore. Karena umumnya mereka dituntut untuk berkonsentrasi pada kelurga. Ini menjadi sebab kenapa mencari pramuniaga perempuan Arab sangat sulit.

Tapi ada beberapa toko kecil mengaku tak masalah. Misalnya toko-toko di Balad dan Sharafiah, Jeddah, Batha di Riyadh dan Seiko di Dammam dimana sebagian besar toko abaya ditemukan di jalan sempit, dengan beberapa toko hanya berukuran lima meter persegi. Sebagian besar pramuniaga berdiri di depan toko dan mencari pelanggan.

"Saya mendengar bahwa toko abaya harus memiliki pramuniaga perempuan Saudi, tapi kami belum menghadapi masalah apapun sejauh ini, "ujar Mohammed Faruq, salah satu pemilik toko abaya di Balad, Jeddah. [ikh]

Berita Terkait
Kembali ke atas