INILAHKORAN.COM - SERBA-SERBI
twitter facebook
Kamis, 11 Juli 2013 | 18:39 WIB

Harga Kulit Beduk, Tergantung Jenis dan Ketebalan

Oleh: Benny Bastiandy
Harga Kulit Beduk, Tergantung Jenis dan Ketebalan
Penjual kulit beduk - inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH.COM, Cianjur - Di Jalan HOS Cokroaminoto Kabupaten Cianjur, banyak berjejer penjual kulit beduk. Salah satunya Hasan (58).

Ada dua macam kulit beduk yang dijual Hasan. Satu berasal dari kulit sapi, sedangkan satu macam lagi dari kulit kerbau. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Kulit sapi misalnya, memiliki kelebihan dari suara nyaringnya. Sedangkan kulit kerbau memiliki keunggulan dari kualitas dan ketebalannya, sehingga tidak rentan robek.

"Kalau masalah harga tidak terlalu jauh antara kulit beduk dari sapi dan kulit beduk kerbau. Saya biasa menjual dengan harga Rp300.000-Rp500.000 per lembarnya," tutur lelaki paruh baya itu.

Harga yang ditawarkannya, menurut Hasan, tidaklah terlalu mahal. Sebab dia menjamin kualitas barang dagangannya. "Tak perlu khawatir karena saya selalu mengutamakan kualitas barang bagi pembeli. Intinya saya tak mau mengecewakan pembeli," tambahnya.

Hasan menyebutkan, dari satu ekor kerbau, biasanya menghasilkan 35-40 kilogram bahan mentah kulit bedug. Kemudian Hasan membuatnya menjadi tiga lembar kulit bedug berdiameter 80 cm. "Diameter 80 centimeter itu sudah saya sesuaikan dengan ukuran drum buat bedug pada umumnya," ucapnya.

Calon pembeli kulit beduk yang biasa datang ke Hasan kebanyakan berasal dari daerah Cibeber dan Cikalongkulon. Namun tak sedikit calon pembeli dari wilayah lainnya di Cianjur. "Paling banyak pembeli menanyakan kulit bedug dari kerbau. Mungkin karena ketebalannya sehingga kualitasnya awet dan tidak mudah sobek," kata Hasan.

Bulan Puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti, menurut Hasan, menjadi berkah tersendiri bagi dirinya maupun pedagang kulit beduk lainnya. Selain berjualan saat Puasa, Hasan biasanya membuka jualan di rumahnya di Rancabali.

"Saya sudah punya anak buah yang juga berjualan sebanyak dua orang. Mereka juga berjualan di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Kita bagi-bagi rezeki saja. Bulan Puasa merupakan berkah bagi kami karena tingkat penjualan kulit selalu meningkat," pungkasnya. [gin]

Kembali ke atas