DUNIA
twitter facebook
Jumat, 19 Juli 2013 | 11:45 WIB

Iran dan Irak Punya Peran Khusus di Kawasan

Oleh: Bachtiar Abdullah
Iran dan Irak Punya Peran Khusus di Kawasan
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad - beaumontenterprise.com

INILAH.COM, Teheran – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Kamis (18/9/2013) mengatakan bahwa Teheran dan Baghdad punya peran “yang lain” dalam keamanan regional.

“Peran kedua negara dalam keamanan regional lain daripada yang lain,” ujar Ahmadinejad kepada para wartawan di kota Baghdad yang dibentengi oleh Zona Hijau, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

“Kami menyampaikan pesan bersama, pesan yang mengungkapkan kemajuan, stabilitas dan keamanan dan juga perdamaian,” ujar Ahmadinejad usai berbicara dengan Wakil Presiden Irak Khudayr Al-Khuzaie.

Ahamdinejad, yang jabatan presidennya berakhir awal Agustus mendatang, tiba di Irak disambut dengan karpet merah, tulis AFP. Ia juga bertemu PM Irak Nuri Al-Maliki, seperti diunggah di situs web PM Irak.

Maliki mengatakan di pertemuan itu bahwa “Irak mendukung solusi damai atas semua masalah di kawasan, “ serta berkata kepada Ahmadinejad bahwa “perusahaan-perusahaan Iran diimbau untuk ikut dalam rekonstruksi Irak.”

Ahmadinejad berencana mengunjungi makam Iman Hussein di Karbala dan makam Iman Ali di Najaf, dua kota suci kaum Islam Shiah di Irak.

Irak dan Iran berantem berdarah-darah pada 1980-88 yang digagas oleh almarhum diktator Saddam Hussein. Sejak Saddam digulingkan oleh tentara pimpinan AS pada tahun 2003, hubungan Irak-Iran semakin mesra.

AS berulang kali menuduh Iran menggunakan pangkalan udara Irak untuk memasok senjata ke rezim Bashar al-Assad yang terus berperang dengan para pemberontak yang ingin mendepaknya.

Iran jelas mendukung al-Assad lebih dari dua tahun, sementara Irak, untuk konsumsi publik, ogah dikaitkan dengan kedua kubu. Iran juga memasok senjata dan melatih kelompok militan Shiah Lebanon, Hezbollah, yang membela al-Assad dalam perang saudara di Suriah.

Berita Terkait
Kembali ke atas