INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Minggu, 21 Juli 2013 | 18:15 WIB

TKI Asal Subang Meninggal di Malaysia

Oleh: Zaenal Mutaqin
TKI Asal Subang Meninggal di Malaysia
ilustrasi

INILAH.COM, Subang - Lagi, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Krajan Desa Batang Sari Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang, Nur Marsinah Marsali (35), dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia.

Dua tahun sebelumnya, Nur bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. Marsinah meninggal dunia pada 23 juni 2013 lalu, akibat sakit komplikasi yang dideritanya.

"Iya, saudara saya sudah dipulangkan dari Malaysia, diantar BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri RI. Saudara saya meninggal 23 Juni kemarin karena penyakit komplikasi," kata Dedi Sumarna (45), saudara korban, Minggu (21/7/2013).

Dia menerangkan, saudara perempuannya berangkat ke Malaysia sejak dua tahun lalu. Namun keberangkatan Nur, tidak diketahui suami atau anggota keluarganya. Saat keberangkatan, kata Dedi, Nur hanya meminta izin untuk bertemu dengan keluarganya di Banten untuk bersilaturahmi.

"Kami kaget ternyata ada laporan bahwa adik saya ini ternyata tidak pergi ke Banten melainkan berangkat kerja ke Malaysia sebagai TKI," ujar Dedi.

Pihaknya semakin kaget manakala menelusuri siapa yang memberangkatkan adiknya tersebut. Ternyata, kata Dedi, tidak ada pihak manapun yang memberangkatkannya.

"Sponsornya tidak ada dan Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) nya pun juga tidak ada. Dan ternyata, ketika sudah ada kabar meninggal dari Kemenlu, dari sana mengkonfirmasi bahwa memang tidak terdaftar TKI atas nama adik saya," kata Dedi.

Sementara itu, Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Subang, Saad Abdul Gani, membenarkan kejadian itu.

"Benar,TKI asal Subang yang bekerja di Malaysia ,meninggal dunia, atas nama Nur Marsinah Masli, warga Batang Sari Kecamatan Sukasari. Jenazahnya sudah sampai kemarin sore di rumah duka diantar mobil Jenazah BNP2TKI,” ujar Saad saat dihubungi INILAH, Minggu (21/7).

Terkait siapa majikan dan bagimana nasib gaji Marsinah selama bekerja, Saad mengaku tidak mengetahui mengetahui pasti. Pasalnya, Marsinah berangkat bekerja ke Malayasia tidak melalui jalur legal.

"Jadi terus terang saja kita kesulitan mengidentifikasinya lebih lanjut, pasalnya dirinya berangkat tidak melalui jalur legal,” paparnya. [gin]

Kembali ke atas