NASIONAL
twitter facebook
Selasa, 3 September 2013 | 13:29 WIB

Jadi Dubes Jerman, Foke Perbaiki Hubungan RI

Oleh: Marlen Sitompul
Jadi Dubes Jerman, Foke Perbaiki Hubungan RI
Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke diangkat menjadi Duta Besar Jerman untuk Indonesia. Penempatan Foke dinilai tepat.

Wakil Ketua Komisi I DPR yang membidangi hubungan internasional Ramadhan Pohan mengatakan, pengalaman Foke di Jerman tentu bisa mempererat hubungan antara Indonesia dengan Jerman.

"Pak Foke tentu tidak mengejutkan karena beliau doktor dari Jerman, memiliki pengetahuan daya kultur Jerman juga kuat. Pengalaman beliau ini akan memudahkan Indonesia dan target-target sesuai dengan yang diharapkan pemerintah, tidak akan mengalami kesulitan," kata Ramadhan, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Untuk itu, lanjut dia, kedubes yang baru ditempatkan akan menjalani uji kelayakan di Komisi I DPR. Hal itu guna menjelaskan tugas pokok dan fungsi Dubes Indonesia.

"Nanti fit and proper test persentasikan 7-8 menit, kemudian biasanya kami harus rapat internal di komisi 1, nanti anggota akan mengajukan pertanyaan," jelas wasekjen Partai Demokrat itu.

Pemerintah RI dibawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan akan melakukan perombakan duta besar secara besar-besaran. Nama-nama dubes baru beredar di masyarakat yaitu Fauzi Bowo akan menjadi Dubes RI di Jerman, Suprapto Martosetomo (Afsel), Yuli Mumpuni (Spanyol), Yusron Mahendra (Jepang), Budi Bowoleksono (AS) gantikan Dino Pati Djalal yang jadi kepala BKPM, Linggawaty Hakim (Swiss), Komjen Ito Sumardi (Myanmar), Letjen TNI Jhony Lumintang (Philipina), Yuwono A Putranto (Norwegia), Raudin Anwar (Libya), Abdurrahman M Fachir (Arab Saudi), Jose Antonio Morato Tavares (New Zealand), Irmawan Emir Wisnandar (Laos), Sugeng Rahardjo (China), Burhanuddin (Sudan), Nurul Qomar (Brunei Darussalam), Gary Rachman Makmun Jusuf (Fiji), Rahmat Pramono PTRI (Asean), Diar Nurbiantoro (Rumania), Mulya Wirana (Portugal), Pitono Purnomo (Kamboja), Moenir Ari Soenanda (Peru).[yeh]

Berita Terkait
Kembali ke atas