INILAHKORAN.COM - SERBA-SERBI
twitter facebook
Sabtu, 11 Januari 2014 | 05:22 WIB

Wow, Ada 108 Situs Purbakala di Kabupaten Bandung

Oleh: Dani
Wow, Ada 108 Situs Purbakala di Kabupaten Bandung
inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung telah menginventarisasi 108 situs budaya dan kepurbakalaan di Kabupaten Bandung. Dari berbagai situs tersebut, sebagian besar ditemukan di wilayah timur.

Kepala Bidang Kepurbakalaan Disdikbud Kabupaten Bandung, Dedi Sutardi mengatakan, berdasarkan penuturan sejarah, di daerah timur banyak terdapat kerajaaan dari masa lampau. Seperti kerajaan Kendan, Dipati Ukur, Saung Galah, Suryakencana, dan lainnya.

"Kebanyakan di daerah timur seperti di Paseh, Ibun, Majalaya, Ciparay, Solokan Jeruk, Baleendah dan Banjaran," Jumat (10/1/14).

Sedangkan di daerah barat, kata dia, lebih banyak ditemukan situs budaya penyebaraan agama Islam. Seperti situs kabuyutan, Mahmud Cigondewah serta beberapa situs lainnya. Namun demikian, kata dia, dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, hampir semuanya terdapat situs budaya dan kepurbakalaan.

"Dari 31 kecamatan, yang belum ditemukan situs budaya dan kepurbakalaan itu hanya ada di empat kecamatan. Yakni Margahayu, Pameungpeuk, Cangkuang, dan Katapang. Di empat kecamatan itu bukan berarti bukan tidak ada, tapi mungkin belum ditemukan," kata Dedi.

Dedi memperkirakan, selain dari 108 situs tersebut, masih banyak situs budaya dan purbakala yang belum terinvetarisasi. Bahkan, ke-108 situs budaya dan purbakala ini pun belum diklasifikasikan dengan baik.

"Sebenarnya kami juga baru-baru ini telah mengajukan 10 situs budaya dan kepurbakalaan ke Provinsi Jabar. Tujuannya untuk pengklasifikasian, namun sayangnya hingga saat ini belum ada tindak lanjut apapun," katanya.

Padahal, kata Dedi, pihak Pemprov Jabar menjanjikan akan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan.

"Katanya sih keterlambatan, karena UU No. 11/2010 tentang cagar budaya belum ada PP-nya. Sehingga, belum bisa dilaksanakan survei dan pengklasifikasiannya. Padahal kalau sudah ada penetapan dari Pemprov lalu ada Peraturan Bupati (Perbup), nantinya bisa dilakukan penataan dan pengelolaan oleh daerah," jelasnya.

Dedi menjelaskan, jauh sebelum diajukan ke Pemprov, pihaknya telah bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang dengan mencatatkan sebanyak 56 cagar budaya dan purbakala di Kabupaten Bandung. Pencatatan di balai milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini lebih lengkap, rinci, serta diakui secara nasional. [hus]

Berita Terkait
Kembali ke atas