EKONOMI
twitter facebook
Jumat, 24 September 2010 | 13:21 WIB

Pengamat: 'Tax Ratio' Jangan Bebani Wajib Pajak

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pengamat: 'Tax Ratio' Jangan Bebani Wajib Pajak
IST
INILAH.COM, Jakarta - Pengamat perpajakan Darussalam menilai, asumsi tax ratio untuk 2011 sebesar 12% adalah yang paling realistis. Ekstentifikasi pajak harus dilakukan sehingga wajib pajak tidak terbebani.

Menurut Darussalam, bila dikaitkan dengan kondisi ekonomi Indonesai saat ini sebenarnya tidak ada angka yang wajar untuk besaran tax ratio.

"Gak ada angka yang pasti, tapi yang jelas kalau kita bandingkan dengan negara lain itu sebenernya tidak bisa juga. Karena kalau negara lain itu, tax ratio-nya itu didalamnya memperhitungkan pajak daerah juga. Jadi ketika negara Indonesia dibanding negara lain, itu tidak apple to apple tax ratio-nya karena kita dalam menghitung tax ratio mngeluarkan pajak daerah. Jadi tidak dihitung pajak daerahnya," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (24/9).

Bila nantinya, lanjut Darussalam, pajak daerah dimasukkan dalam penerimaan perpajakan maka tax ratio bisa mencapai angka 16%. "Jadi artinya untuk saat ini angka tax ratio 12 persen itu sudah jadi angka realistis untuk Indonesia," ujarnya.

Untuk mencapai target penerimaan pajak, Darussalam menyatakan, Ditjen Pajak harus melakukan ekstensifikasi secara optimal. "Karena kalau tax ratio dikejar tanpa melakukan ekstensifikasi, kasihan WP (wajib pajak) yang sudah taat membayar pajak selama ini. Jadi DPR harus juga memperhitungkan beban yang harus dibayar WP. Jadi kalau mau digenjot tax ratio, yang mau digenjot itu siapa? Yang selama ini belum bayar pajak, artinya melakukan ekstensifikasi," ujarnya.

Ia juga berharap, Ditjen Pajak tidak membabi buta mengkoleksi pajak untuk meningkatkan penerimaan pajak, serta tetap fokus pada manfaat pajak bagi para WP agar bisa dirasakan secara merata. "Tapi tetap tolong diperhatikan bahwa jangan mengejar pajak itu terhadap orang-orang yang selama ini sudah membayar pajak dengan patuh. Artinya itu nanti justru mberatkan mereka, seolah-olah dicari-cari kesalahannya," tuturnya.

Sementara mengenai asumsi tax ratio 2011 sebesar 12%, sebelum direvisi menjadi 12,05%, Darussalam menilai hal tersebut adalah angka yang paling ideal saat ini. "Jadi angka 12 persen itu sudah realistis dengan apa yang dibayar WP dan diterima WP," ujarnya.

Ia pun menilai bahwa angka asumsi tax ratio 12,05% untuk 2011 bila disetujui nanti, akan membebani Ditjen Pajak. "Tidak bisa maksimal, susah itu," tandasnya.


Seperti diketahui, Pemerintah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI merevisi asumsi tax ratio 2011 dari 12% menjadi 12,05%. Namun, hingga kini masih belum ditemukan kata sepakat. [mre]
Berita Terkait
(APSI Tolak PPn-BM) Ponsel Bukan Barang Mewah
Kembali ke atas