DUNIA

Rabu, 14 Maret 2018 | 12:41 WIB

Rakyat Mesir Diminta Adukan Penyebar Hoax

Didi Prambadi
Rakyat Mesir Diminta Adukan Penyebar Hoax
(Foto: amazon)
INILAHCOM, Kairo - Pemerintah Mesir meminta seluruh warganya untuk melaporkan siapa saja yang dianggap mengancam keamanan nasional dan menyebarkan berita palsu atau hoax.

Associated Press mengabarkan, permintaan itu dikeluarkan Selasa (13/3/2018). Untuk itu, Pemerintah Cairo mengedarkan daftar nomor telepon yang dapat dihubungi, di media massa pro-pemerintah. Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Mesir juga menyarankan warga setempat untuk mengirim pesan pula lewat WhatsApp atau pesan singkat disertai data pribadi masing-masing.


Permintaan itu disebarkan, menjelang Pemilu presiden Mesir yang akan digelar 26-28 Maret nanti. Meski dalam pemilu nanti, Abdel-Fattah el-Sissi akan tampil sebagai pemenang - karena calon lain tidak diizinkan mencalonkan diri - Pemerintah Cairo tetap menekan kelompok oposisi yang dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pemilu nanti. Padahal, sejumlah media massa diberangus, dan para wartawan dilarang mengedarkan jajak pendapat. Bahkan para wartawan dilarang bertanya pada pemilih, siapa yang akan mereka pilih nantinya.

Sejumlah televisi dilarang menayangkan para pemimpin pengecam Pemerintah Mesir, dan belasan portal berita Islam juga diblokade. Sebanyak 20 wartawan telah ditangkap, dua di antaranya ditahan saat mempersiapkan laporan mengenai kereta listrik di Kota Alexandria.

Rasanya, tindakan yang berlebihan seperti itu tidak perlu, karena pemenangnya hanya satu orang dan telah diputuskan sejak awal, tutur Ahmed Abdul Rabou, profesor ilmu politik di Universitas Cairo. Ini seperti histeria saja. Pada kenyataannya kita tengah menuju pemerintahan yang otoriter. Dan sayangnya, hal ini terjadi di banyak tempat, sambung Ahmed Abdul Rabou.
#Mesir
BERITA TERKAIT
Trump: Pertemuan dengan Putin Awal yang Baik
Israel Bebaskan Perempuan Turki Pro Hamas
Lima Negara Eropa Sepakat Terima Migran
(Gua Thailand) Penyelamat Remaja Diberi Tiket Seumur Hidup
Ini Adnan Oktar, yang Dituduh Punya Budak Seks
Agen Israel Curi Dokumen Rencana Nuklir Iran
Hari Ini Berlangsung KTT Trump-Putin

ke atas