EKONOMI

Selasa, 11 Juni 2019 | 06:00 WIB

Rehabilitasi Irigasi Panen Padi Naik 8,21 Juta Ton

Rehabilitasi Irigasi Panen Padi Naik 8,21 Juta Ton
(Foto: Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Rehabilitasi irigasi yang digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan) terbukti berhasil mendongkrak produksi pangan. Dalam kurun waktu 2015 hingga April 2019 dampak dari kegiatan tersebut mampu meningkatkan produksi padi sebanyak 8,21 juta ton.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, sejak pemerintah melaksanakan program rehabilitasi jaringan irigasi tahun 2015 hingga 2019 telah berdampak siginifikan dalam peningkatan produksi pangan, khususnya padi.

"Bukan hanya lahan sawah yang dapat terairi kini mencapai 3,129 juta hektar (ha), tapi juga indeks pertanaman (IP) naik 0,5. Dampak lebih lanjutnya adalah pada peningkatan produksi sebanyak 8,21 juta ton," ujar Sarwo Edhy, Senin (10/6/2019).

Selain mampu meningkatkan produksi, rehabilitasi jaringan irigasi juga mampu mempertahankan produksi padi sebesar 16,36 juta ton. Artinya, total produksi padi selama lima tahun pada daerah yang terkena kegiatan rehabilitasi mencapai 24,37 juta ton. Karena berdampak signifikan, kami berharap program ini dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, harapnya.

Sarwo Edhy berpesan agar petani yang tergabung dalam P3A atau kelompok tani ikut menjaga jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi. Kalau ada bangunan irigasi yang rusak sedikit, saya minta P3A atau kelompok tani untuk segera memperbaiki. Jaringan irigasi agar dipelihara agar awet. Paling tidak umur ekonomisnya mencapai 30 tahun, tuturnya.

Sarwo Edhy memberikan apresiasidi beberapa lokasi, ternyata tidak sedikit pelaksanaan kegiatan ini dibarengi dengan dukungan secara swadaya, baik dalam bentuk modal kerja maupun barang dari masyarakat tani. Namun demikian, ia menegaskan, dalam rehabilitasi pihaknya hanya menanganijaringan irigasi yang bermasalah.

Tidak semuanya. Kadang ada Pemda meminta untuk perbaikan jaringan irigasi, tapi sekedar untuk memperbaiki saluran, padahal fungsinya tidak bermasalah. Ini yang tidak kita inginkan. Kita prioritaskan adalah daerah irigasi yang bermasalah, tambahnya.

Sarwo Edhy menambahkan, untuk pengelolaanairirigasidalam kurun waku 4 tahun, pihaknya telah membangun jaringan irigasi tingkat usaha tani dan pengembangan sumber air (model padat karya) oleh petani. "Jenis kegiatan berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, serta pengembangan embung/dam parit/long storage," tambahnya. [*/psp]

#PSP #DitjenPSP
BERITA TERKAIT
Kementan Bantu Petani Meranti dengan 7 Kultivator
(Atasi Kekeringan) Petani Magetan Manfatkan Irigasi Air Tanah Dangkal
Purbalingga Antisipasi Kendala Layanan Kartu Tani
Cegah Puso, Sukabumi Maksimalkan Mesin Pompa Air
Akses Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
Petani Diminta Lebih Bijak Menggunakan Pestisida
Manfaat Alsintan Rice Transplanter untuk Pertanian

kembali ke atas