EKONOMI

Kamis, 02 Juni 2011 | 16:22 WIB

Turki Genjot Volume Perdagangan Atasi Defisit

Tio Sukanto
Turki Genjot Volume Perdagangan Atasi Defisit
IST

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Turki menyadari bahwa untuk menutupi defisit perdagangannya dengan Indonesia mereka harus meningkatkan volume dagangnya.

Demikian disampaikan oleh Chairman Istanbul Exporters Associations (IEA) Zekeriya METE, dalam acara Turkish Export Products Fair 2011, di Jakarta, Kamis (2/6). "Tentu saja secara otomatis kalau ada hubungan antar kedua negara, ketika kita bisa meningkatkan volume perdagangannya itu otomatis secara sendirinya defisit itu akan mengalami penyesuaian," ujar Zekeriya.

Di tempat yang sama Sekretaris Kabinet, Dipo Alam menyebutkan, defisit
perdagangan Turki dalam perdagangan bilateralnya dengan Indonesia
berjumlah sekitar 400 hingga 600 juta dollar AS per tahunnya.
Untuk itu, ada sejumlah target usaha dari para pengusaha
Turki. "Perusahan-perusahaan Turki yang ambil bahan bakunya dari
Eropa, atau dari benua lain, akan beralih ke Indonesia. Untuk
mengambil bahan baku dari Indonesia," jelas dia.

Sementara terkait komoditi apa, dirinya tidak bisa menyebutkan komoditi apa saja yang akan ditingkatkan penjualannya ke Indonesia. Namun, menurut dia permintaan akan komoditi akan ditentukan oleh pasar. Ia hanya bisa menyebutkan tepung sebagai komoditas ekspor terbesar dari Turki.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini (Turkish Export Products
Fair 2011), usaha dan upaya ini akan meningkatkan volume perdagangan
di antara kedua negara," tukas dia. [tio/mel]

#chairman IEA Zekeriya
BERITA TERKAIT
OJK Cabut Izin BPR Fajar Artha Makmur Depok
KLHK Usulkan 2 RUU Masuk Prolegnas Tahun 2020-2024
Operasi Jaring Wallacea Ditutup, BC Patroli Laut
Mentan Harap Dukungan IPB Soal Program Pertanian
Menteri Teten Ajak Satukan Spirit Majukan Koperasi
Jasa Raharja Siap Santuni Korban Tol Kanci-Brebes
Kementan dan IPB Kolaborasi untuk Pertanian 4.0

kembali ke atas