OLAHRAGA

Rabu, 08 Juni 2011 | 03:33 WIB
(FOTA Tolak Hasil Penjadwalan Ulang)

Nasib GP Bahrain Tak Menentu

Boy Leonard Pasaribu
Nasib GP Bahrain Tak Menentu
IST

INILAH.COM, Paris Nasib Bahrain sebagai penyelenggara Gran Prix Formula 1 untuk tanggal 30 Oktober mendatang masih simpang-siur, setelah Asosiasi Tim Formula Satu (FOTA) menolaknya.

Bahrain sejatinya mendapat hak penyelenggaraan seri pembuka tahun 2011 namun gagal karena situasi kemananan negara saat itu yang tengah memburuk.

Asosiasi Otomobil Internasional (FIA) lewat Dewan Olahraga Otomotif Dunia (WMSC) memutuskan memberikan hak penyelenggaraan pada tanggal 30 Oktober, yang sebelumnya menjadi milik India. India kemudian digeser ke seri pamungkas tanggal 11 Desember mendatang.

Namun sebagaimana peraturan yang berlaku, perubahan kalender lomba harus mendapat persetujuan dari FOTA, yang ternyata menolak keputusan WMSC.

Karena keadaan Bahrain yang dirasa belum aman, FOTA memilih India tetap menjadi penyelenggara tanggal 30 Oktober sementara Bahrain di seri pamungkas.

Hingga tercapai kesepakatan dari tim, Anda tak bisa begitu saja mengubah jadwal. Tidak bisa, ujar Max Mosley, mantan ketua umum FIA, dinukil dari Yahoo Sports.

Pernyataan Mosley ini senada dengan Bernie Ecclestone, pemegang hak komersial Formula 1.

Melihat yang terjadi saat ini, kami tak tahu apa yang akan terjadi, ujar Ecclestone mengenai situasi di Bahrain, dimana polisi masih terus mengejar dan menahan pengunjuk rasa setelah berakhirnya sebelas pekan masa berlakunya hukum darurat di kawasan tersebut.

Lebih baik Bahrain dipindahkan ke akhir musim dan, kalau memang situasinya sudah aman silahkan digelar. Tetapi jika tidak, maka tidak perlu digelar dan itu tidak masalah, lanjutnya.

Ecclestone berharap uang bukan menjadi latar belakang kesimpang-siuran ini. Untuk menjadi penyelenggara, Bahrain telah membayar 40 juta dolar AS atau sekitar Rp 340 miliar.

Ini masalah keamanan dan kebaikan lomba. Kami bisa mengubah jadwal tanggal 30 Oktober lewat voting lewat fax jika perlu. Itu bisa dilakukan dengan cepat, tegasnya.

Pihak penyelenggara GP Bahrain berusaha meluruskan citra negaranya dan menegaskan kesiapan mereka menjadi tuan rumah.

Kami menghargai dan memahami kekhawatiran mengenai keberlangsungan Grand Prix, terkait peristiwa akhir-akhir ini. Namun situasi di di Bahrain sudah berbeda dibandingkan awal tahun ini dan kami tegaskan bahwa kami akan siap menjadi tuan rumah di bulan Oktober, jika FIA dan FOTA menghendakinya, ujar juru bicara penyelenggara.

Sementara itu, ketua FIA, Jean Todt, tak bisa memberikan keterangan meyakinkan seputar proses voting di WMSC untuk menentukan keputusan kontroversial ini.

Saya tak bisa bilang tepatnya (yang setuju maupun tidak setuju). Apakah ada 25 tangan? 27? Saya hanya melihat semua tangan terangkat, jadi saya bilang Ah, sepakat. Saya lalu mengumumkannya, tidak ada yang keberatan. Tidak ada yang bilang, saya pilih abstain atau saya tidak setuju, ungkap Todt.

#formula1
BERITA TERKAIT
Saksi Mata Lihat Heli Ditumpangi Kobe Terbakar
Kobe Bryant Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
One Championship Kerja Sama dengan PSSI
(Thailand Masters) Hafiz/Gloria Finis Kedua di Thailand Masters 2020
Bandung bjb Tandamata Siap Ukir Prestasi Proliga
Skuad Tim Indonesia di Kejuaraan Bulutangkis Asia
Hafiz/Gloria Sudah Paham Permainan Lawan di Final

kembali ke atas