PASAR MODAL

Kamis, 09 Juni 2011 | 03:08 WIB
(Gema Goeyardi)

Saham GJTL Paling Bersahabat

Ahmad Munjin
Saham GJTL Paling Bersahabat
IST

INILAH.COM, Jakarta Saham PT Gajah Tunggal (GJTL) dinilai paling bersahabat. Emiten ini sangat menguntungkan baik bagi investor jangka pendek maupun menengah karena masih bertenaga ke level Rp3.600.

Pengamat pasar modal dari PT Astronacci International Gema Goeyardi mengatakan, di tengah variatifnya laju market, saham PT Gajah Tunggal (GJTL.JK) masih bisa melanjutkan penguatan hari ini. Menurutnya, saham ini sangat rekomendatif baik bagi investor jangka pendek maupun menengah dengan target Rp3.600 akhir Juli 2011.

Investor jangka pendek, bisa mendapatkan gain 3-5%. Bagi trader atau semi investor, bisa buy dan hold saham ini. Tapi, bagi short-term trader yang sudah beli sejak Rp2.900-2.950 dapat melakukan profit taking terlebih dahulu. Saya bilang, GJTL merupakan saham yang paling bersahabat, katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (8/6) saham GJTL ditutup menguat Rp100 (3,38%) ke level Rp3.050 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.950. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.100 dan terendah Rp2.950. Volume transaksi mencapai 18,1 juta unit saham senilai Rp55,1 miliar dan frekuensi 1.324 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat Rp100, bagaimana Anda memperkirakan laju saham GJTL hari ini?

GJTL merupakan saham paling menarik di sektornya. Sebab, di tengah variatifnya laju market, saham ini masih bisa melanjutkan penguatan hari ini meskipun, saham ini sudah direkomendasikan sejak dua hari lalu sehingga ada ketakutan terlambat. Tapi, secara teknikal, saham ini masih bertenaga menuju Rp3.300 untuk jangka pendek. Jika lancar, level itu berpeluang tercapai pekan ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Saham GJTL.JK akan bergerak dalam kisaran support Rp2.925 dan Rp2.300 sebagai level resistance-nya.

Bagaimana jika dilihat dari Astronacci Market Timing?

Saham GJTL juga cukup menarik kali ini. Saham ini memiliki kecenderungan terus menguat hingga 24 Juli 2011. Jika pun koreksi sebelum tanggal tersebut, koreksinya merupakan minor saja. Namun pada 15-16 Juli saham ini kemungkinan akan terkonsolidasi pada level Rp3.200-Rp3.250.

Bagaimana dengan faktor market?

Meski pergerakan market masih variatif (mixed), saham GJTL tidak terpengaruh. Sebab, saham ini masih berkategori small capitalization sehingga memiliki beta correlation kecil terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) secara umum. Karena itu, faktor market, tak perlu dipusingkan. Tapi, meski kapitalisasinya kecil, saham ini cukup likuid sehingga pelaku pasar sangat mudah bertransaksi di saham ini.

Fundamental emiten sendiri bagaimana?

Potensi penguatan saham ini juga didukung oleh faktor fundamental. Performance saham ini sangat positif. Apalagi, data penjualan ban pada 2011 juga diperkirakan meningkat signifikan. Jadi, ini juga jadi katalis utama penguatan saham GJTL.

Kalau begitu, kapan target Rp3.600 bisa dicapai?

Untuk midterm, target di level Rp3.600 bisa dicapai akhir Juli 2011. Sebab, dengan level support di Rp2.925, mengandaikan saham ini terus melaju dan tak perlu turun.

Bagaimana strategi trading di saham ini?

Itu sangat tergantung pada jenis investornya. Tapi, saham ini sangat oke baik bagi investor jangka pendek maupun untuk jangka menengah dengan target Rp3.600 tadi. Investor jangka pendek, bisa mendapatkan gain 3-5%.

Jadi, jika mau trading dengan target gain 3-5%, saham GJTL sangat oke. Saya bilang, GJTL merupakan saham yang paling bersahabat. Bagi trader atau semi investor, bisa buy dan hold di saham ini dan bisa untung.

Tapi, bagi short-term trader yang sudah beli sejak Rp2.900-2.950 dapat melakukan profit taking terlebih dahulu. Trader jangka menengah dapat hold hingga akhir Juli dengan target teoritis ideal untuk saham ini adalah 3.600 atau Wave 5. [mdr]

#Gema Goeyardi #gajah tunggal #gjtl
BERITA TERKAIT
Harga Minyak Berjangka Bisa Naik 2% Lebih
Kenaikan Harga Emas Berjangka Terhenti
Bursa Saham AS Lanjutkan Pelemahan
Ini Cara Indosat Kurangi Beban Keuangan
China Undang Delegasi AS ke Beijing?
Inilah Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5%
Bursa Saham AS Cermati Sikap Pejabat Fed

kembali ke atas