EKONOMI

Selasa, 14 Juni 2011 | 00:24 WIB
(Gatot Suwondo)

Merasa Tersaingi Bisnis Telekomunikasi

Tio
Merasa Tersaingi Bisnis Telekomunikasi
Gatot Suwondo inilah.com
INILAH.COM, Jakarta - Perkembangan bisnis telekomunikasi yang makin pesat menimbulkan kekhawatiran bagi Dirut BNI Gatot Suwondo. Bisnis perbankan bisa tergerus.

Demikian diungkapkan Dirut PT Bank Nasional Indonesia (BBNI), Gatot Suwondho pada acara World Economic Forum (WEF) di Jakarta, Senin (13/6). Bisnis telekomunukasi masuk ke perbankan jelas merugikan kita. Sebab, mereka bisa masuk ke bisnis kita, kita tidak masuk ke bisnis mereka, tukas Gatot.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya pengguna telekomunikasi/ponsel di Indonesia saat ini jumlahnya sebesar 156 juta pelanggan. Dengan sebanyak itu maka bisa dipastikan akan menggunakan layanan perbankan menggunakan telekomunkasi.


Inilah yang menjadi kekhawatiran kita (perbankan), sebab mereka bisa melakukan kegiatan perbankan tanpa harus melibatkan perbankan sebagai mediator, imbuh sarjana akuntansi dari Universitas Mindanao State University, Marawi City, Philippines (1979) dan International University Manila, Philippines (1982) itu.

Gatot menjabat Dirut BNI sejak 6 Februari 2008 itu mencontohkan salah satunya transaksi dengan cara memotong pulsa. Bila seseorang mengisi pulsa Rp100 ribu, lalu membeli buku di Gramedia Rp30 ribu, maka cara pembayaran tidak melalui transfer di bank. Melainkan cukup dengan memotong pulsa SMS. Dia mengkhawatirkan, jika dibiarkan berlarut-larut maka mediasi perbankan terancam hilang.

Mantan Direktur Bank Danamon (2001-2005) dan Group Head Corporate & Merchant Banking di Bank Duta (1998) itu menyarankan agar ke depan ada regulasi/aturan yang jelas agar bisnis telekomunikasi tidak berpengaruh terhadap industri perbankan. Jangan sampai telekomunkasi diberi kebebasan untuk buka currency account, ini yang kita tidak mau, imbuhnya.
#Gatot Suwondo
BERITA TERKAIT
KESDM Tambah 2 Kontrak WK Migas Sistem Gross Split
Apa Manfaat Ekonomi Merawat Geopark?
Inilah 8 Bendungan Target KPUPR Akhir 2018
Jonan Janji Wujudkan Program Mobil Listrik
Inilah Catatan Positif IEA Bagi Sektor Migas RI
Dirut PLN Ingin Pensiun dengan Nyaman
PLN Pastikan Protek 35 Ribu MW Tak Terganggu

ke atas