PASAR MODAL

Minggu, 19 Juni 2011 | 09:09 WIB

Saham BUMI Turun 10% dalam Sepekan

Agustina Melani
Saham BUMI Turun 10% dalam Sepekan
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat (17/6) di level Rp3.050 per saham.

Pelemahan saham BUMI dipengaruhi bursa saham menurun dan penyelesaian utang BUMI kepada CIC senilai US$1,9 miliar. Analis PT Indosurya Securities Reza Priyambada menuturkan, pergerakan saham BUMI sejak 13 Juni hingga 17 Juni mengalami pelemahan sebesar 350 poin atau sekitar 10%.

Pelemahan saham BUMI ini dipengaruhi tiga faktor. Adapun tiga faktor tersebut antara lain Pertama, pelaku pasar menunggu laporan keuangan BUMI kuartal pertama 2011. PT Bumi Resources Tbk dikabarkan telah mengeluarkan laporan keuangan kuartal pertama 2011 pada Jumat (17/6).

Kedua, pelaku pasar juga konsentrasi terhadap proses penjualan saham PT Bumi Resources Mineral Tbk oleh BUM. Transaksi penjualan saham tersebut melibatkan BUMI, Vallar, dan BUMI. Menurut Reza, pelaku pasar menanti kejelasan setelah transaksi tersebut. "Penjualan saham BRMS oleh BUMI masih membingungkan pelaku pasar karena tidak seperti transaksi akuisisi biasa tetapi tukar guling yang membingungkan," kata Reza, saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (17/6).

Faktor ketiga yang mempengaruhi saham BUMI antara lain pelaku pasar menantikan penyelesaian utang perseroan kepada CIC senilai US$1,9 miliar. Reza mengatakan, BUMI memiliki utang pinjaman jangka panjang cukup besar senilai US$3,5 miliar. Utang pinjaman CIC senilai US$1,9 miliar termasuk utang jangka panjang BUMI.

"Pelaku pasar menunggu komitmen perseroan untuk melunasi utang kepada CIC. Pelaku pasar ingin mengetahui bagaimana perseroan melunasi utang tersebut apakah dengan menerbitkan utang lagi dan obligasi konversi," tutur Reza.

Menurut Reza, belum ada kejelasan untuk melunasi utang membuat saham BUMI melemah selama sepekan ini. Selain itu, bursa saham melemah turut menyeret saham BUMI pada pekan ini.Lebih lanjut Reza mengatakan, saham BUMI telah mendekati area oversold secara teknikal.

Saham BUMI diperkirakan ada potensi menguat tapi di sisi lain belum ada penjelasan mengenai penyelesaian utang BUMI membuat saham BUMI cenderung dihindari. Reza merekomendasikan untuk menghindari saham BUMI.

Sementara itu, Founder PT Astronacci International Gema Goeyardi mengatakan, penurunan saham batu bara termasuk BUMI dipicu oleh kenaikan suku bunga di India. Hal ini berdampak secara langsung pada sektor batu bara yang banyak melakukan penjualan komoditas.

Gema memprediksikan, saham BUMI berpotensi mengalami kenaikan. Potensi kenaikan diprediksikan sebesar 3%-5%. Hal ini didukung laporan keuangan BUMI diperkirakan naik 16% pada kuartal pertama 2011. "Momentum oversold menandakan penurunan sudah oversold," kata Gema.

Saham BUMI direkomendasikan trading buy di level 3.000-3.050."Target jual minggu ini 3.250," ujar Gema.

Seperti diketahui, saham BUMI ditutup pada level 3.325 pada perdagangan saham Senin (13/6). Posisi ini bertahan pada keesokan harinya, dan terus anjlok hingga Jumat (17/6) akhir pekan ke level Rp3.050 per lembar. [cms]

#BUIMI
BERITA TERKAIT
Serangan ke Aramco Kurangi Produksi Minyak Saudi
AS Kaji Kenaikan Tarif hingga 100% ke Eropa
Kesepakatan AS-China Bisa Hijaukan Bursa di 2020
Minyak Mentah Berakhir di Level Tertinggi 2 Bulan
Harga Emas Naik dalam Kehati-hatian
Bursa Saham AS Naik Respon Kesepakatan AS-China
PT Bayan Tarik Utang US$190 Juta dari Bank Permata

kembali ke atas