GAYA HIDUP

Minggu, 19 Juni 2011 | 13:09 WIB

Operasi Plastik, Jalur Cepat Jadi 'Sempurna'?

Dahlia Krisnamurti
Operasi Plastik, Jalur Cepat Jadi 'Sempurna'?
IST

INILAH.COM, Jakarta - Permak wajah atau tubuh dengan operasi plastik menjadi cara mudah bagi wanita menjadi cantik. Tak heran, banyak orang ingin mencicipi operasi plastik. Mulai dari suntik botoks, facelift, memperbesar ukuran payudara, bibir, permak hidung, hingga mengencangkan bokong.

Operasi plastik merupakan tindakan bedah/operasi yang dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian pada anggota badan, baik yang nampak atau tidak, dengan cara ditambah, dikurangi atau dibuang.

Tentunya dengan prosedur yang harus dijalani. Apalagi jenis tindakan ini sering membutuhkan waktu lama, yang menuntut ketenangan bagi pasien.

Dr. Leslie Kuek, MBBS, Direktur Plastic Surgery Private Limited mengatakan, secara umum operasi plastik untuk tujuan estetika dibagi dalam dua bagian, yaitu untuk tubuh, dan untuk wajah.

Leslie menjelaskan, operasi plastik untuk membuat tubuh perempun menjadi cantik dan menarik terdiri dari beberapa macam, mulai dari operasi pengangkatan alis, implan dagu sampai perbesar payudara. Namun semuanya itu terkadang akan menimbulkan resiko.

Operasi pembesaran payudara (augmentation mammoplasty), misalnya, merupakan prosedur pembedahan untuk meningkatkan atau memperbesar ukuran dan bentuk dada wanita, yaitu dengan meletakkan implan berisi gel silikon pada masing-masing dada untuk mendorong maju jaringan pada dada.

Ratusan ribu wanita di dunia diklaim melakukan operasi ini per tahun, sebagian termotivasi untuk menambah ukurannya, sebagian dengan alasan mengencangkan dada pasca menyusui.

Terdapat tiga cara dalam pengimplanan ini, dua melalui sekitar areola dan lipatan dada dan satu melalui daerah ketiak.

Sementara itu, seorang dokter spesialis bedah plastik kenamaan dari AS yaitu Dr.Z.Paul Lorenc, Md mengatakan bahwa setiap operasi pasti memiliki resiko.

Menurutnya, jenis bedah plastik yang dapat menimbulkan rasa sakit seperti pengencangan perut dan pembesaran payudara adalah dua yang paling beresiko.

Hal ini karena kedua operasi tersebut menggunakan bahan penambah ukuran, terutama dari silikon yang harus diletakkan di bawah otot-otot dada. Ini berarti otot-otot tersebut harus dipotong terlebih dahulu.

Secara sederhana, dapatlah dirangkum bahwa alasan mereka yang mengubah diri dengan operasi plastik adalah pribadi yang berpendapat bahwa estetika pada tubuhnya amat diperlukan.

Dengan menjadi 'sempurna', ia merasa mendapat penerimaan dalam bidang atau lingkungannya. Dengan penampilan sempurna, seseorang yang memutuskan untuk mengubah tatanan pada wajah atau tubuhnya dapat memiliki nilai lebih.

Anehnya, meski mengetahui berbagai risiko dari segi kesehatan dan finansial, bahkan keagamaan, operasi plastik dipandang sebagai hal yang perlu atau amat penting dilakukan demi menunjang pola hidup. Bahwa ongkos, rasa sakit dan ketidaknyamanan, serta cemoohan sebagian masyarakat, mungkin masih bisa dikesampingkan.

Adalah hal yang rumit mengurai mengapa seseorang bersedia, mungkin malah amat ingin, diubah fisiknya atau apa yang disebut lebih menyempurnakan bagian-bagian tubuhnya. [mor]

#operasi plastik
BERITA TERKAIT
2 Rute Terbaru Citilink Akan Tingkatkan Wisman
Kim Pamer Koleksi Terbaru Ready to Wear
Dukungan Penyediaan Obat Kelangsungan Program JKN
(Jaga Sumber Air untuk Hidup Sehat) Ribuan Relawan Gelar Aksi Bersih Sungai
Kenali Manfaat Sarang Burung Walet untuk Kesehatan
(Raih Juara Sprint Distance) Tips Sehat Ala Jauhari Johan
Tips Raih Prestasi di Ajang Triathlon

kembali ke atas