EKONOMI

Minggu, 19 Juni 2011 | 16:30 WIB

Ikuti Persaingan, NPL Kredit Modal Kerja Naik

Akbar Junisa Surya
Ikuti Persaingan, NPL Kredit Modal Kerja Naik
IST

INILAH.COM, Jakarta - Tingkat kredit macet dari kredit modal kerja pada bulan April naik menjadi Rp31,015 miliar dari Rp25,364 miliar pada April tahun 2010 lalu.

Naiknya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bank umum dipicu ketatnya persaingan dagang dan industri serta banyaknya barang impor yang masuk dengan harga lebih murah dibanding harga barang lokal. Selain itu, faktor ekspansi dari bank sendiri yang terlalu tinggi juga menjadi penyebab tingkat NPL di sektor modal kerja ini menjadi tinggi, demikian menurut pengamat ekonomi, Aviliani, kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (19/6).

Menurutnya, persaingan bank dalam memberikan kredit yang mengarah kepada take over atau pengambil alihan kredit yang diterima nasabah guna mengejar target, justru tidak memberi solusi kepada nasabah penerima kredit. Praktik ini dilakukan dengan mengimingi jumlah kredit yang lebih besar.

Secara konkrit dapat dicontohkan, misalkan ada nasabah yang menerima kredit modal kerja dari bank A sebesar Rp20 juta, lantas bank B take over dengan menawarkan kredit Rp30 juta. Artinya bank B membayar kredit yang pertama diterima nasabah dari bank A sebesar Rp20 juta, lantas si nasabah menerima Rp10 juta. "Yang perlu dicermati di sini adalah Rp10 juta itu bukan lagi jadi kredit modal kerja, makanya impactnya nanti kepada kredit yang lain, seperti retail dan konsumsi, ujarnya.

Dia juga memprediksikan bahwa berdasarkan kenyataan persaingan bank dalam menyalurkan kredit yang cenderung tanpa perhitungan tersebut akan menyebabkan rasio kredit bermasalah terutama dalam sektor modal kerja meningkat. Karena kan usaha kecil yang dipaksakan untuk jadi usaha menengah, tanpa mempertimbangkan kemampuan membayarnya atau cash flow. Jadi produksi tidak nambah, tapi kreditnya nambah terus, tambahnya. [hid]

#bi #kredit #npl #kredit modal kerja #take over kredit
BERITA TERKAIT
Diguyur 50 Juta Euro, Indosurya Salurkan Ke UKM
Bersama Kepala Daerah, Siti Cari Solusi Hutan
Ekonomi dan Macet, Cianjur Tagih Jalur Puncak II
Jurus Menteri Siti Kurangi Pengangguran di daerah
Ini Kabar Baik untuk Yang Belum Punya Rumah
Tol Kayuagung-Palembang Beroperasi Akhir Tahun
Obral SBN Biang Kerok Likuiditas Perbankan Seret?

kembali ke atas