EKONOMI

Minggu, 19 Juni 2011 | 17:50 WIB

PLN Tak Berdaya Hadapi Penyaluran Listrik Ilegal

Tio Sukanto
PLN Tak Berdaya Hadapi Penyaluran Listrik Ilegal
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku tidak bisa menindak bagi para pelanggan PLN yang dengan sengaja mengalirkan listriknya kepada tetangga/kerabatnya.

Hal itu dikarenakan tidak ada motif bisnis. Mereka tidak bisa disalahkan atau ditindak, meski hal itu jelas melanggar hukum. Sebab, tujuan mereka mengaliri listrik tersebut bukan untuk tujuan bisnis atau komersial. Tapi memang pada waktu itu kita (PLN) yang memang tidak memiliki jaringan listrik tersebut, tukas Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan kepada INILAH.COM usia menggelar acara go gerakan sehari sejuta sambungan (Go Grass 2) di Jakarta akhir pekan ini.

Terkait kejadian seperti itu, pihak PLN berharap ke depannya tidak akan ada lagi tetangga yang beri listrik. Sebab, secara peraturan itu melanggar undang-undang kelistrikan. Hal itu juga merupakan bagian dari pidana. Kenapa itu bisa terjadi, karena yang masalah utamanya adalah tidak ada jaringan listrik dan pembangkitnya saja, tukas dia.

Seperti diketahui perusahaan strum Negara tersebut baru saja merampungkan program daftar tunggu pelanggan yang berjumlah 1,2 juta diseluruh wilayah Indonesia. Pelanggan baru tersebut umumnya sudah bertahun-tahun menunggu aliran listrik dari PLN.

Daftar tunggu tersebut bervariasi ada satu tahun, tiga tahun, bahkan untuk wilayah seperti Sumatera itu sudah lebih dari tujuh tahun yang lalu, paparnya. Tahun ini PLN menargetkan prosentasi kelistrikan untuk setiap provinsi harus sudah di bawah 70%. [hid]

#pln #tambah daya #2 juta pelanggan #batubara #gas
BERITA TERKAIT
Tahun Depan, Subsidi Setrum Kelas 900VA Dicabut
PLN Berikan Bantuan Penanaman Bibit Pohon
PLN:Pasca Gempa, Listrik di Malut dan Sulut Normal
PLN Raih Penghargaaan Brand of The Year di London
Inilah Bukti PLN Jalankan Energi Ramah Lingkungan
PLN Dukung Pembangunan Kawasan Pariwisata Nasional
Selesaikan Soal Lahan, PLN Gandeng Kementerian ATR

kembali ke atas